REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembentukan kerangka regulasi aset digital di Amerika Serikat masih menghadapi ketidakpastian setelah Clarity Act belum memperoleh dukungan yang cukup untuk melanjutkan pembahasan di Senat AS. Perkembangan tersebut berlangsung di tengah tekanan pasar kripto, dengan Bitcoin dan Ethereum mencatat penurunan pada 16 September 2026.
Senat AS pada 15 September 2026 waktu setempat gagal memajukan Clarity Act setelah procedural vote menghasilkan 50 suara berbanding 49. Hasil tersebut berada di bawah ambang tiga perlima suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses pembahasan.
Voting tersebut merupakan proses prosedural dan bukan penolakan final terhadap keseluruhan rancangan undang-undang. Berdasarkan bahan yang ada, Senator Thom Tillis mengubah suaranya menjadi “no” dalam voting tersebut sehingga Clarity Act masih dapat dipertimbangkan melalui proses berikutnya.
Clarity Act dirancang untuk membentuk kerangka regulasi federal bagi aset digital, termasuk mengatur pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan proses pembentukan kerangka regulasi aset digital masih berlangsung secara kompleks.
“Perkembangan Clarity Act menunjukkan bahwa pembentukan kerangka regulasi aset digital membutuhkan proses dan pembahasan yang cukup kompleks. Meskipun procedural vote terbaru belum memungkinkan RUU tersebut untuk maju, pembahasan mengenai struktur pasar dan pembagian kewenangan regulator tetap menjadi bagian penting dari perkembangan industri aset digital,” ujar Ryan, Kamis (17/9/2026).
Sebelum voting, rancangan Clarity Act juga mengalami sejumlah perubahan. Berdasarkan rilis resmi Senator Cynthia Lummis pada 14 September 2026 yang tercantum dalam bahan, versi terbaru RUU tersebut memuat 126 perubahan substantif hasil pembahasan bipartisan.
Perubahan tersebut antara lain mencakup ketentuan mengenai stablecoin, etika, peran jaksa agung negara bagian dalam penegakan aturan, serta pembaruan terhadap Blockchain Regulatory Certainty Act.
Perkembangan regulasi berlangsung ketika pasar kripto mengalami tekanan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 16 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran 75.513 dolar AS, turun 3,07 persen dalam 24 jam dan 4,10 persen dalam tujuh hari.
Ethereum juga berada di kisaran 2.400 dolar AS, turun 4,58 persen dalam 24 jam dan 3,65 persen dalam tujuh hari. Namun, pergerakan harga aset kripto tidak dapat dikaitkan hanya dengan perkembangan Clarity Act karena pasar dipengaruhi berbagai faktor.
Dalam laporan Reuters, Bitcoin dan sejumlah saham terkait kripto dilaporkan mengalami tekanan setelah voting tersebut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan regulasi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan di tengah dinamika pasar aset digital.
Ryan mengatakan, perkembangan regulasi perlu dilihat sebagai salah satu bagian dari kondisi pasar secara keseluruhan. “Regulasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga aset kripto. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi pasar, karakteristik aset, serta risiko dari setiap produk tetap menjadi bagian penting bagi pelaku pasar,” jelasnya.
Perkembangan pasar kripto global juga tidak hanya tercermin dari perdagangan spot, tetapi mencakup aktivitas di pasar derivatif. Dalam perdagangan derivatif, pelaku pasar dapat mengambil posisi long maupun short berdasarkan ekspektasi terhadap pergerakan harga aset.
Berbeda dengan perdagangan spot yang melibatkan pembelian atau penjualan aset secara langsung, futures memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga suatu aset melalui kontrak. Penggunaan leverage dapat meningkatkan eksposur sekaligus memperbesar potensi kerugian.
Karena itu, perdagangan derivatif membutuhkan pemahaman mengenai mekanisme kontrak, leverage, margin, volatilitas, serta risiko yang melekat pada instrumen tersebut.
Perkembangan Clarity Act menunjukkan bahwa pembentukan aturan aset digital di Amerika Serikat masih berjalan dinamis. Sementara proses regulasi berlanjut, kondisi pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor sehingga perkembangan kebijakan perlu dibaca bersama dinamika perdagangan aset digital secara keseluruhan.

1 day ago
21
















































