REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT BYD Motor Indonesia memperkuat strategi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) dengan menghadirkan dua pilihan teknologi pada lini MPV M6, yakni Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). Bersamaan dengan itu, perusahaan juga meluncurkan generasi terbaru BYD M6 EV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Segmen MPV masih menjadi salah satu pasar terbesar di Indonesia dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap penjualan kendaraan nasional. Setelah memperkenalkan BYD M6 EV pada 2024 dan M6 DM pada Mei 2026, BYD kini menawarkan kedua teknologi tersebut dalam satu keluarga produk sebagai pilihan bagi konsumen dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi BYD karena kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Menurut dia, strategi menghadirkan kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid bertujuan memperluas adopsi kendaraan energi baru di Tanah Air.
"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi BYD, dengan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang dan beragam di setiap daerah. Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Eagle Zhao dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
BYD mencatat perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat sejak perusahaan masuk pada 2024. Menurut perusahaan, pangsa pasar kendaraan listrik nasional kini telah melampaui 22 persen. Pada semester pertama 2026, BYD bersama Denza membukukan penjualan lebih dari 26 ribu unit atau sekitar 35 persen dari total penjualan kendaraan energi baru nasional. Selain itu, lebih dari 4.000 pesanan BYD M6 DM telah diterima dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BYD telah memiliki lebih dari 100 titik layanan penjualan dan purna jual yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut diharapkan dapat mempermudah konsumen mengakses layanan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan energi baru.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan kehadiran teknologi EV dan DM memberi fleksibilitas kepada masyarakat dalam memilih kendaraan sesuai pola penggunaan masing-masing.
"Dengan membawa teknologi EV dan DM ke Indonesia, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan agar masyarakat dapat memilih kendaraan energi baru yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada konsumen yang siap sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari, namun ada pula yang membutuhkan fleksibilitas lebih untuk perjalanan jarak jauh maupun lintas wilayah," ujar Luther.
Pada GIIAS 2026, BYD juga memperkenalkan penyempurnaan M6 EV yang diproduksi di Indonesia. Varian Standard kini menggunakan baterai berkapasitas 58 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer. Tenaga maksimum meningkat menjadi 150 kW dengan torsi 310 Nm serta mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam 7,9 detik. Mobil ini juga dibekali panel instrumen Full LCD 10,25 inci dan transmisi column shifter.
BYD memasarkan M6 EV Standard dengan harga Rp 395 juta. Selain menghadirkan M6 EV terbaru, perusahaan juga memperkenalkan warna Lavender Grey untuk BYD Seal yang dibanderol Rp 869 juta dan BYD Sealion 7 seharga Rp 879 juta.
Selama GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, BYD menampilkan seluruh lini kendaraan EV dan DM, termasuk area edukasi teknologi Blade Battery, e-Platform 3.0, dan DM Platform, serta menyediakan fasilitas test drive bagi pengunjung untuk mencoba langsung kendaraan listrik maupun plug-in hybrid.

6 hours ago
7














































