Dirut BSI Beri Pesan ke Anak Muda: Uang Jangan Habis Hanya untuk Konsumsi

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Kebiasaan mengelola uang sejak usia muda dinilai dapat menentukan kondisi keuangan seseorang dalam jangka panjang. Karena itu, generasi muda tidak hanya perlu memikirkan cara memperoleh dan menggunakan uang, tetapi juga mulai mengubah sebagian penghasilan menjadi aset.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo menyampaikan pesan tersebut dalam sharing session Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Unpad) bertajuk Own Your Future: Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow di hadapan sekitar 10 ribu mahasiswa baru Unpad.

Anggoro mengatakan, setiap orang memiliki modal waktu yang sama, yakni 24 jam dalam sehari. Menurutnya, cara memanfaatkan waktu tersebut akan menentukan seberapa jauh seseorang dapat membangun masa depannya.

“Setiap manusia memiliki waktu yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita menggunakan waktu tersebut untuk membangun masa depan. Jangan hanya menjadi pengguna masa depan, jadilah pemilik masa depan. Your future starts now," ujar Anggoro.

Menurut Anggoro, generasi muda perlu mengubah cara pandang terhadap uang. Pengelolaan keuangan tidak berhenti pada bagaimana memperoleh dan membelanjakan uang, tetapi juga bagaimana menyisihkan sebagian penghasilan untuk membangun aset yang dapat menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

“Anak muda jangan hanya berpikir punya uang, tetapi mulai berpikir punya aset. Jangan menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Justru mulai dari sekarang, dari jumlah yang kecil, tetapi konsisten,” tegas Anggoro.

Salah satu instrumen yang dicontohkan Anggoro adalah emas. Ia memberikan ilustrasi perubahan nilai emas terhadap harga barang untuk menggambarkan bagaimana aset tersebut dapat digunakan dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Anggoro mencontohkan, sebuah mobil yang dahulu bernilai sekitar Rp125 juta setara dengan kurang lebih 230 gram emas. Sementara pada 2025, mobil dengan harga sekitar Rp200 juta hanya setara sekitar 75 gram emas.

Ilustrasi tersebut, menurut Anggoro, menunjukkan perbedaan perubahan nilai antara uang dan aset dalam periode panjang. Namun, ia menekankan pentingnya memahami instrumen investasi sebelum menggunakannya sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Sebagai salah satu upaya memperluas akses generasi muda terhadap instrumen emas, BSI menghadirkan layanan Bank Emas atau Bullion Bank. Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat membeli emas secara digital mulai dari Rp50 ribuan, melakukan jual emas dan transfer gramasi secara realtime 24/7, serta memiliki pilihan mencetak kepemilikan emas fisik mulai dari 2 gram.

Anggoro mengatakan, emas dapat menjadi salah satu pilihan dalam perencanaan keuangan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, dana darurat hingga persiapan ibadah haji. Karena itu, literasi keuangan perlu dikenalkan sejak mahasiswa agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengelola pendapatan dan membangun aset secara sehat sesuai prinsip syariah.

Small choices today, bigger possibilities tomorrowMulai dari mengatur waktu, mengatur pengeluaran, menyisihkan uang, lalu mengubahnya menjadi aset. Masa depan tidak dibangun nanti ketika kita sudah sukses. Masa depan dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini,” kata Anggoro.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |