Kebutuhan Industri Berubah, Mahasiswa Desain Produk Didorong Lebih Adaptif

9 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan teknologi, kebutuhan pasar, dan tuntutan industri kreatif membuat desain produk tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek estetika. Desainer dituntut mampu memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan solusi berbasis riset, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan berpeluang masuk ke pasar.

Kebutuhan tersebut turut mendorong perguruan tinggi memperkuat pembelajaran desain produk agar semakin dekat dengan persoalan industri. Salah satunya dilakukan Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana melalui pameran Innovartion #7 dan Panen Karya 4 di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, pada 3-6 Agustus 2026.

Pameran tersebut menampilkan puluhan karya mahasiswa yang dikembangkan melalui pendekatan fungsi, estetika, teknologi, ergonomi, keberlanjutan, hingga potensi budaya lokal. Karya yang ditampilkan mencakup furnitur, produk gaya hidup, fashion dan aksesori, kemasan, permainan edukatif atau board game, serta berbagai produk berbasis pendekatan human-centered design.

Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana Junaidi Salam mengatakan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan sekaligus memahami kebutuhan industri dan perubahan teknologi.

"Pameran ini bukan sekadar menampilkan hasil akhir perkuliahan, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengomunikasikan ide, menguji gagasan, menerima apresiasi dan masukan dari masyarakat maupun praktisi, serta membangun kepercayaan diri sebagai calon desainer profesional. Setiap karya yang dipamerkan memiliki cerita, proses, dan nilai inovasi yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan berbagai permasalahan melalui pendekatan desain," ujar Junaidi dalam siaran pers, Rabu (12/8/2026).

Menurut Junaidi, proses tersebut penting agar mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga mampu mengembangkan desain yang relevan dengan kebutuhan pengguna dan dunia profesional. Pameran menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan mahasiswa dengan masukan dari praktisi serta pelaku industri.

Penyelenggaraan pameran di IDDC, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat kebutuhan desain dari perspektif industri dan pasar.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diperlukan untuk membangun ekosistem desain yang mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Keterhubungan dengan industri juga terlihat melalui rangkaian kegiatan yang menyertai pameran. Selain menampilkan karya, kegiatan tersebut menghadirkan Talkshow Bedah Desain dan Pengalaman Praktik Profesional Desainer Produk IDDC serta Packaging Design Clinic bersama praktisi IDDC.

Packaging Design Clinic membahas standar kemasan produk UMKM yang berorientasi ekspor. Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kebutuhan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga harus memperhatikan standar, fungsi, kebutuhan pasar, serta peluang produk untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Agus Budi Setyawan mengatakan, pameran menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Dukungan terhadap pengembangan desain produk juga datang dari kalangan asosiasi dan perguruan tinggi. Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) DPD Chapter Jakarta Imam Setiobudy, Ketua Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia Guguh Sujatmiko, mantan Ketua Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) sekaligus Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Paramadina Ira Handayani Samri. Selain itu, kegiatan dihadiri Presiden Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) Mahawira Singh Dillon, serta Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Prasetiya Mulya Dhientia Andani.

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran dan Ristek Universitas Mercu Buana Erna Setiany serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana Irmulansati Tomohardjo turut menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing global.

Bagi Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat kemampuan desain perlu terus diperbarui. Mahasiswa perlu memahami proses riset, pemecahan masalah, pengembangan produk, hingga cara mengomunikasikan gagasan kepada pengguna dan calon mitra industri.

Melalui Innovartion #7 dan Panen Karya 4, kampus berupaya mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri. Pameran tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa menguji gagasan, memperoleh masukan dari praktisi, dan memahami bagaimana sebuah konsep desain dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi serta peluang pasar.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |