REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ekosistem ekonomi digital Indonesia terus bertransformasi menuju era baru yang berfokus pada penguatan kapasitas serta daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional pada 2 Oktober sekaligus mengawali rangkaian menuju puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada Desember mendatang, Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia resmi meluncurkan kampanye "Waktunya Start Jualan Nyaman, Special Collaboration Perayaan Beli Lokal".
Langkah strategis ini difokuskan untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal karya anak bangsa melalui pendekatan discovery commerce. Model perdagangan berbasis penemuan konten ini dinilai mampu mengubah secara mendasar cara konsumen berinteraksi dan menemukan produk-produk unggulan di platform digital.
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo menjelaskan discovery commerce menghadirkan mekanisme baru di mana penemuan produk tidak lagi hanya mengandalkan kolom pencarian (search), melainkan melalui konten visual yang inspiratif, autentik, dan kreatif. Berdasarkan data internal Tokopedia, pesanan yang dihasilkan melalui sesi siaran langsung (live session) dan video pendek masing-masing mengalami kenaikan signifikan sebesar 59 persen dan 135 persen, sementara partisipasi affiliate creator berhasil mendongkrak pesanan pelaku usaha hingga 170 persen.
"Usaha sekecil apa pun kini punya peluang untuk ditemukan, dikenal, dan dipilih oleh konsumen berkat kekuatan konten. Dengan konektivitas yang telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah berpenduduk, fokus kita semakin bergeser, dari mendorong UMKM untuk masuk ke ranah digital menjadi membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui penguatan kapasitas serta perluasan pasar," ungkap Stephanie Susilo, di Solo, Senin (21/9/2026).
Stephanie menuturkan, potensi besar ini sejalan dengan proyeksi nilai ekonomi digital nasional yang diperkirakan akan mencapai 180 dolar AS (Rp 2.790 triliun) hingga 340 miliar dolar AS (Rp2.880 triliun) pada 2030. Pertumbuhan pesat tersebut utamanya ditopang oleh percepatan industri e-commerce, layanan keuangan digital, serta model bisnis berbasis konten yang inklusif.
Di wilayah seperti Solo, Jawa Tengah, UMKM terbukti memiliki peran vital dengan berkontribusi hampir 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surakarta dan menyerap sekitar 36 persen tenaga kerja lokal. Melalui inisiatif Beli Lokal dan program Melokal dengan Batik, para penjual terkurasi di Solo bahkan mencatatkan rata-rata peningkatan pesanan sebesar 57 persen.
“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Solo. Kajian BRIDA menunjukkan UMKM berpotensi menyumbang hingga 43 persen PDRB kota Solo. Jadi kami menyambut baik inisiatif #BeliLokal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang mendorong penguatan legalitas usaha serta pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar. Kami berharap makin banyak UMKM Solo memanfaatkan kesempatan ini untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto.

1 hour ago
1

















































