Embarkasi Yogyakarta Siap Beroperasi Perdana, Calon Jamaah Haji Mulai Masuk Asrama 21 April 2026

10 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Embarkasi Haji Yogyakarta di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dijadwalkan mulai memberangkatkan calon jamaah haji secara perdana pada 21 April 2026 mendatang. Seluruh calon jamaah ini nantinya akan mulai masuk asrama haji sejak pagi hari untuk menjalani serangkaian proses akhir sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.

"Kita (tahun ini) embarkasi haji sendiri di YIA. Serentak (keberangkatannya) seluruh Indonesia serentak, semua jamaah haji dipanggil masuk asrama. Nanti ada yang tanggal 21 malam diberangkatkan, ada yang tanggal 22 diberangkatkan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).

Jauhar memastikan kesiapan pemberangkatan haji saat ini telah mencapai 99 persen. Sisa 1 persen, menurutnya berkaitan dengan kesiapan teknis di lapangan, termasuk koordinasi antar petugas serta kesiapan fisik jamaah.

"Satu persen ini kan kesiapan di tanah air, pemberangkatan ini kan perlu juga koordinasi-koordinasi dengan PPIH, Satgas dan tentu dari jamaah hajinya sendiri," ujarnya.

Jauhar menjelaskan, sebelum diberangkatkan, seluruh calon jamaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir atau pemeriksaan PPA saat sudah masuk asrama embarkasi. Hasil pemeriksaan ini akan menentukan apakah jemaah dinyatakan layak terbang atau harus ditunda keberangkatannya.

"Jadi jamaah haji sendiri nanti masuk embarkasi harus melalui pemeriksaan kesehatan lagi, namanya pemeriksaan PKA (Pemeriksaan Kesehatan Akhir). Nah ini kan seperti yang sudah-sudah, kalau jamaah haji nanti lolos pemeriksaan itu berarti diberangkatkan, kalau tidak ada yang tunda berangkat, ada yang gagal berangkat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jauhar pun mengingatkan para calon jamaah untuk benar-benar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Hal ini penting agar seluruh proses di embarkasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Makanya ini kan saya pesan kepada seluruh jamaah haji Yogyakarta terutama untuk betul-betul agar mempersiapkan stamina-nya, kesehatannya, kebugarannya, agar saat dipanggil masuk asrama haji, masuk embarkasi nanti, mereka betul-betul ketika menjalani proses pemeriksaan sudah bisa dinyatakan layak dan layak terbang," ujar dia.

Embarkasi Yogyakarta sendiri nantinya akan menggunakan YIA sebagai titik keberangkatan dan dijalankan serentak dengan embarkasi lain di seluruh Indonesia. Jauhar mengatakan, sebagian jamaah dijadwalkan berangkat pada 21 April malam, sementara kloter lainnya akan diberangkatkan pada 22 April 2026.

Dari sisi infrastruktur dan layanan, Jauhar menyebut seluruh pihak terkait telah menyatakan kesiapan. Koordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), satgas, pengelola bandara, maskapai, hingga pihak hotel telah dilakukan secara intensif.

"Kita koordinasi PPIH, dan semua stakeholder yang mendukung operasional embarkasi menyatakan siap. Ya, hanya memang kemudian nanti akan kita mantapkan lagi, kemungkinan rencana kami tanggal 16 (April) ya,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Angkasa Pura dan maskapai juga telah menyatakan kesiapan penuh. Bahkan, layanan khusus akan diberikan untuk memudahkan jemaah, terutama lansia, saat proses naik ke pesawat.

"Angkasa Pura juga sudah menyatakan siap, bahkan pihak Garuda kemarin menyampaikan di rapat yang sesungguhnya embarkasi yang belum fast track, belum menerapkan Mekkah route. Ini kan diputuskan buka untuk jamaah haji hasil kita masuk ke pesawat itu lewat tanggal manual. Tetapi Garuda ingin memberikan layanan yang terbaik bagi embarkasi Yogyakarta," katanya.

Embarkasi Yogyakarta direncanakan akan memberangkatkan 26 kelompok terbang (kloter) dengan total 9.320 jemaah, yang berasal dari DIY serta wilayah eks Karesidenan Kedu seperti Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Dari DIY sendiri, total jamaahnya mencapai 3.148 yang akan diberangkatkan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |