Frila Wahyuni Muliyasari
Dunia islam | 2026-06-05 06:11:50
https://inp.polri.go.id/artikel/indonesia-condemns-israels-unilateral-move-to-occupy-gaza
Sejak Oktober 2023 Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 warga sipil dan melukai lebih dari 172.000 berdasarkan data dari Kementrian Keseharan Gaza. Dan berdasarkan data dari UNICEF Israel telah membunuh lebih dari 20.000 anak di Gaza dan 41.000 terluka akibat serangan yang mereka lakukan. Serangan - serangan yang terjadi ini mengakibatkan banyak anak di Gaza mengalami trauma yang sangat parah hingga mereka tidak mau berinteraksi dengan dunia luar atau tidak ingin berbicara kepada siapapun. Karena keluarga mereka juga menjadi salah satu korban kebiadaban Israel. Menurut Psikolog Katrin Glatz Brubakk Asal Norwegia yang melakukan dua misi kemanusiaan ke Gaza pada 2024 dan 2025 bersama Médecins Sans Frontières (MSF), untuk melayani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik. Dan itu telah terjadi pada 1 juta kebih anak di Gaza. (Sumber : bbb.com)
Faktor yang membuat anak-anak di Gaza tidak lain karena keamanan disana tidak terjaga, mereka tidak bisa melakukan aktifitas selayaknya anak-anak seusia mereka seperti bersekolah, belajar dan bermain. Inilah yang menyebabkan stress dan dampak sistem saraf mereka, reaksi dari tekanan tersebut bisa menunjukan sikap seperti : kecemasan, gelisah, susah tidur, emosi, hingga berteriak. Dan beberapa anak memilih untuk diam dan menarik diri dari lingkungan yang membuat mereka sakit dan menderita hal ini adalah respons neurologis terhadap stres dan trauma ekstrim yang terjadi kepada mereka.
Dunia mungkin sudah mengetahui betapa bengisnya tentara Israel menyerang Gaza dan melukai banyak warga sipil. Berulang kali mereka mengadakan pertemuan tetapi tentara Israel tetap melakukan penyerangan. Pemerintah saat ini tidak bisa melakukan apapun terhadap anak-anak di Gaza solusi yang mereka berikan tidak mengubah nasib mereka. Padahal soslusi yang seharusnya mereka lakukan adalah menghilangkan Israel dari Gaza yang akan membuat kehidupan di gaza akan kembali normal dan tidak akan ada lagi penyerangan.
Dengan sistem Kapitalisme saat ini banyak masyarakat tidak peduli akan nasib saudaranya di Gaza karena mereka juga mengalami kesusahan akibat sistem yang menguntungkan oligarki ini. Sudah seharusnya sistem ini di ganti dengan sistem yang bisa mensejahterahkan semua manusia. Sistem yang berasal dari sang pencipta yaitu sistem Islam yang sudah kita ketahui mulai jaman Rosulullah hingga 1300 tahun yang lalu telah menguasai 1/3 dunia. Sistem Islam tidak akan dijatuhkan jika kita semua tidak kembali kepada syariat Allah, maka saat ini yang bisa kita lakukan adalah kembali kepada jalan yang Allah ridhoi. Tak lupa kita juga terus menyuarakan penderitaan rakyat di Gaza agar nantinya pemerintah sadar dan memberikan solusi yang benar, tidak lupa kita tetap terus memberikan bantuan kepada mereka dengan berbagai cara.
wallahualam bishawab
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

17 hours ago
11














































