REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia menghadapi tantangan ketahanan finansial di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026, jauh di atas proyeksi inflasi umum sebesar 2,5 persen.
Proyeksi tersebut tercantum dalam Health Trends 2026 yang diterbitkan Mercer Marsh Benefits (MMB). Berdasarkan laporan tersebut, tingkat kenaikan biaya medis di Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia yang diproyeksikan sebesar 12,5 persen pada 2026.
Kenaikan biaya kesehatan dapat menjadi beban tambahan bagi kondisi keuangan masyarakat, terutama ketika harus menghadapi kebutuhan medis yang tidak direncanakan. Risiko tersebut menjadi semakin penting diperhatikan karena kemampuan masyarakat dalam menghadapi pengeluaran tak terduga masih terbatas.
Temuan Financial Wellbeing Index dari Prudential plc menunjukkan hanya sekitar 45 persen responden di Indonesia yang yakin mampu menghadapi pengeluaran tak terduga atau memiliki tabungan yang cukup untuk masa depan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan finansial masih menjadi tantangan, termasuk dalam menghadapi risiko kesehatan.
Tekanan terhadap keuangan keluarga juga terlihat dari kenaikan biaya sejumlah tindakan medis. Berdasarkan data internal klaim kesehatan Prudential Indonesia serta laporan industri asuransi Indonesia, biaya perawatan pada sejumlah jenis tindakan dan kelas rumah sakit meningkat dalam periode 2023 hingga 2026.
Harga kamar VIP, misalnya, meningkat dari sekitar Rp1,5 juta pada 2023 menjadi Rp2,35 juta pada 2026. Kenaikan juga terjadi pada biaya sejumlah tindakan medis. Biaya perawatan neurologi untuk jenis tindakan dan kelas rumah sakit yang sama meningkat hampir 300 persen, dari sekitar Rp55,2 juta menjadi Rp220,6 juta.
Sementara itu, biaya perawatan kanker meningkat lebih dari 236 persen, dari sekitar Rp81,3 juta menjadi Rp273,8 juta.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa risiko kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memberikan tekanan besar terhadap kondisi keuangan seseorang maupun keluarga. Karena itu, kesiapan finansial perlu dibangun dengan memperhitungkan kebutuhan saat ini sekaligus kemungkinan risiko pada masa mendatang.
Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, mengatakan kesiapan finansial merupakan proses yang perlu dibangun dan dievaluasi secara berkelanjutan. Perubahan dalam kehidupan maupun kondisi ekonomi dapat memengaruhi kebutuhan seseorang sehingga kondisi finansial dan perlindungan perlu dipahami secara berkala.
“Kesiapan finansial merupakan proses yang perlu dibangun dan dievaluasi secara berkelanjutan. Perubahan dalam kehidupan maupun kondisi ekonomi dapat memengaruhi kebutuhan seseorang, sehingga penting bagi masyarakat untuk terus memahami kondisi finansial dan perlindungan yang dimiliki,” ujar Yosie.
Menurut dia, pemahaman terhadap kondisi keuangan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing. Pendampingan dari Mitra Bisnis Agency juga dapat membantu nasabah memahami kebutuhan perlindungan serta pilihan yang tersedia sesuai dengan kondisi finansial mereka.
Evaluasi perlindungan juga penting dilakukan ketika terjadi perubahan dalam kehidupan, seperti perubahan pekerjaan, pendapatan, kebutuhan keluarga, maupun kondisi kesehatan. Dengan demikian, perlindungan yang dimiliki dapat tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
“Melalui semangat ‘Janji, jadi nyata’, kami bersama para Mitra Bisnis Agency siap mendampingi nasabah untuk memahami kebutuhannya, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial masing-masing,” kata Yosie.
Prudential Indonesia juga mencatat telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima manfaat pada kuartal I 2026. Pembayaran tersebut mencakup berbagai manfaat perlindungan yang diberikan kepada nasabah dan penerima manfaat.
Di tengah meningkatnya biaya kesehatan, kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga. Masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan kesehatan dan risiko keuangan yang dapat muncul di kemudian hari.

3 hours ago
5

















































