Kripto Makin Terhubung dengan Bank, Regulasi Jadi Fondasi

12 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri kripto memasuki fase baru seiring semakin banyak institusi keuangan tradisional terhubung dengan aset digital dan teknologi blockchain. Perkembangan ini membuka peluang perluasan pasar, tetapi juga menuntut keseimbangan antara ruang inovasi, perlindungan konsumen, dan kepastian regulasi.

Salah satu perkembangan yang dinilai mempertemukan kedua ekosistem tersebut adalah tokenisasi. Aset keuangan tradisional semakin memungkinkan direpresentasikan secara on-chain, sehingga membuka peluang bagi investor aset digital dan institusi keuangan untuk berinteraksi dalam ekosistem yang sama.

CEO Indodax William Sutanto mengatakan, perkembangan tersebut membuat batas antara keuangan tradisional dan kripto semakin tipis. Namun, integrasi keduanya membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menopang aktivitas di kedua ekosistem.

Hal tersebut disampaikan William pada acara Coinfest Asia 2026 di Bali, Jumat (21/8/2026). “Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut,” ujar William

Perubahan juga terlihat dari profil investor. Kripto yang sebelumnya banyak dikaitkan dengan spekulasi dan pergerakan jangka pendek mulai mendapat perhatian dari investor dengan pemahaman yang lebih beragam, termasuk institusi yang melihat aset digital sebagai salah satu pilihan investasi.

Di tengah keterlibatan institusi yang meningkat, regulasi dinilai tetap menjadi faktor penting untuk menjaga perlindungan konsumen dan kepercayaan pasar. Di sisi lain, perkembangan teknologi kripto berlangsung relatif cepat sehingga kerangka regulasi perlu tetap memberi ruang bagi inovasi.

“Kripto dan blockchain pada dasarnya merupakan playground yang besar bagi inovasi di sektor finansial. Ruang inilah yang menjadi salah satu alasan industri ini bisa berkembang begitu cepat. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah,” jelasnya.

Keseimbangan tersebut juga berkaitan dengan daya saing pelaku industri dalam negeri. Platform domestik perlu memiliki ruang untuk mengembangkan produk yang relevan, terutama ketika berhadapan dengan platform offshore yang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadirkan inovasi.

Selain regulasi, likuiditas menjadi faktor penting dalam pengembangan pasar aset digital. Salah satu tantangan industri adalah memperlancar perpindahan antara mata uang fiat dan aset kripto, sekaligus membangun infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat secara lebih luas.

Stablecoin dinilai berpotensi memainkan peran sebagai penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain. Instrumen tersebut dapat menjadi jalur yang lebih familiar bagi pengguna untuk berinteraksi dengan ekosistem aset digital.

“Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, sekarang tantangannya adalah membuat ekosistem kripto semakin mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak orang,” tambahnya.

William juga menilai edukasi tetap diperlukan seiring perluasan penggunaan aset digital. Menurut dia, masyarakat perlu memahami tidak hanya potensi investasi, tetapi juga cara kerja teknologi blockchain serta tanggung jawab dalam mengelola aset digital.

Dalam pengembangan produknya, Indodax turut memperkenalkan fitur gamifikasi DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2. DAX Rewards ditujukan untuk menambah fitur interaksi pengguna, sementara Trade API v2 dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pengembang dan pengguna yang memanfaatkan sistem perdagangan otomatis.

“Bagi kami, inovasi harus bisa dirasakan langsung oleh pengguna maupun developer. Melalui DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2, kami ingin terus menghadirkan produk yang relevan sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kripto Indonesia,” tutup William.

Perkembangan tokenisasi, masuknya investor institusi, serta penggunaan stablecoin menunjukkan semakin eratnya hubungan aset digital dengan sistem keuangan yang lebih luas.

Tantangan berikutnya adalah memastikan perkembangan tersebut berjalan dengan infrastruktur, likuiditas, edukasi, dan regulasi yang mampu mengikuti perubahan tanpa menghambat inovasi.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |