Isi Kajian di Sahid Raya Jogja, Ustaz Wijayanto Ajak Jamaah Perbaiki Hubungan dengan Allah

10 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Acara Majelis Hikmah yang diselenggarakan di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta menjadi momen istimewa bagi lebih dari 370 jamaah yang hadir untuk mendengarkan tausiyah dari Ustaz Wijayanto, Sabtu (28/2/2026), petang. Dalam ceramahnya, Ustaz Wijayanto menyampaikan setidaknya ada 10 poin penting tentang bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama.

Jamaah diingatkan bahwa esensi Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah serta memperkuat hubungan dengan Allah.

"Ramadhan adalah bulan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki diri, dan tentunya memperbaiki hubungan dengan orang tua, keluarga, tetangga, dan sesama," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, Ramadhan juga menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki konsistensi dalam ibadah yang mungkin selama ini belum cukup baik. Ustaz Wijayanto menyampaikan, dalam suasana bulan yang penuh keberkahan ini, setiap amal yang dilakukan, seperti sholat berjamaah, puasa, dan sedekah, akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

"Perbaiki ibadahmu di bulan Ramadhan ini.  Sholat berjamaah memiliki pahala yang lebih banyak daripada sholat sendiri. Walaupun sholat sendiri cepat, namun sholat berjamaah memberikan banyak manfaat baik di dunia maupun akhirat," katanya.

Tak kalah penting, salah satu poin yang ditekankan oleh Ustaz Wijayanto adalah pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua. Menurutnya, di era teknologi seperti saat ini, banyak yang tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, termasuk menjalin hubungan dengan orang tua. Ia menyakini, memiliki hubungan yang baik dengan orang tua akan jadi kunci kebahagiaan sekaligus keberkahan hidup.

Ustaz Wijayanto juga mengingatkan, sering kali kebahagiaan dan kesuksesan hidup seseorang berhubungan erat dengan hubungan yang harmonis dengan orang tua.

"Hubungan yang baik dengan orang tua adalah kunci kebahagiaan dan keberkahan hidup. Kalau Anda hidupnya berantakan, pertama koreksi sholatnya, kedua pasti tidak ada hubungan yang baik dengan orang tua. Kenapa orang bisa sukses? Pasti dia punya hubungan yang bagus dengan orang tua. Dia punya jariyah yang ditingkatkan dengan orang tua," ungkapnya.

Jamaah juga diajak untuk lebih peduli kepada sesama, terutama kepada anak yatim, orang miskin, serta tetangga. Menurutnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama yang membutuhkan, akan mendatangkan pahala yang besar dan menjadi amal jariyah yang tidak terputus.

"Jangan hanya berfokus pada diri sendiri. Islam mengajarkan kita untuk berbagi, menghormati, dan membantu sesama. Berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh, adalah bagian dari akhlak mulia yang harus kita amalkan," katanya.

Setelah mendengarkan tausiah, Fatma, salah satu jamaah yang ikut acara tersebut, merasa termotivasi dan terinspirasi untuk lebih mendalami makna Ramadhan.

"Kita diajak memaknai Ramadhan Kareem. Belajar bagaimana hubungan dengan Allah SWT dan memperbaiki hubungan dengan orang tua. Saya seorang perantau, dan temasuk jarang berkomunikasi dengan orang tua. Setelah mengikuti kajian ini, saya jadi lebih sadar bahwa memuliakan orang tua bisa dengan cara yang sederhana, seperti memberi kabar. Itu pun sudah sangat berarti bagi mereka," ujarnya.

Siti, seorang jamaah lainnya, juga merasa ceramah ini sangat bermanfaat, terutama untuk menahan hawa nafsu selama bulan puasa.

"Menurut saya bagus sekali, menambah ilmu terus untuk memantapkan di bulan puasa ini. Pesannya tentang hikmah puasa, menahan hawa nafsu khususnya untuk ibu-ibu keinginannya itu lebih besar, lebih banyak dari pada yang dibutuhkan," kata Siti.

Sementara itu, General Manager Sahid Raya Hotel Yogyakarta, Agus Setyo Purnomo, menyampaikan acara Majelis Hikmah seperti ini baru pertama kali diselenggarakan. Tingginya antusiasme jamaah yang hadir dalam acara ini menjadi pertimbangan untuk rencana mengadakan sesi kajian kembali setelah Ramadhan. Menurutnya, pihak hotel ingin memberikan pengalaman yang lebih seimbang antara kegiatan berbuka puasa dan kajian agama yang memberikan manfaat rohani.

"Kami menargetkan sekitar 300 orang, namun Alhamdulillah lebih dari 370 jamaah yang kami data hadir. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta sangat antusias untuk tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga mendalami ilmu agama, terutama di bulan Ramadhan," ujar Agus

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |