REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuntutan pasar global terhadap transparansi dan ketertelusuran produk mendorong pelaku usaha Indonesia mulai beradaptasi dengan standar baru yang akan berlaku di Eropa. Salah satunya melalui penerapan Digital Product Passport (DPP), yang memungkinkan seluruh informasi produk dapat ditelusuri secara digital mulai dari asal bahan baku hingga jejak karbonnya.
Penerapan teknologi tersebut mulai dilakukan oleh pelaku usaha rempah asal Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Java Spices. Melalui platform ekspor INA Trading, setiap kemasan produk dibekali stiker PERURI RFID Blockchain yang menyimpan informasi mengenai proses budidaya di lahan organik, pengolahan, hingga pengemasan.
Sponsored
Sponsored Ads
CEO Pundi sekaligus INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, mengatakan regulasi Uni Eropa akan mewajibkan penerapan Digital Product Passport pada produk yang masuk ke kawasan tersebut mulai 2030. Karena itu, pelaku usaha Indonesia perlu mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
"Regulasi di Eropa untuk penerapan RFID dan blockchain mulai berlaku pada 2030. Digital Product Passport nantinya wajib ada pada setiap produk yang dikirim ke Eropa. INA Trading hadir mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli di seluruh dunia, sekaligus memastikan produk yang dipasarkan memiliki jaminan keaslian melalui teknologi PERURI RFID Blockchain yang dapat dipindai menggunakan aplikasi mobile INA Trading," kata Amiranto dalam Seminar dan Kurasi PERURI RFID Blockchain, Jumat (26/6/2026).
CEO PERURI Smart Card, Muchrizal, menjelaskan teknologi tersebut juga digunakan untuk menghitung jejak karbon sepanjang rantai produksi. Penghitungan dilakukan menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) yang dipasang di lahan organik, armada angkut, hingga fasilitas produksi.
"Semua perangkat IoT yang kami gunakan terhubung dengan platform INA Trading dan PERURI Digital Security untuk implementasi RFID dan blockchain," ujar Muchrizal.
Dalam kegiatan kurasi produk Jawa Barat tersebut, Pundi/INA Trading menjalin kerja sama dengan Polaris serta Java Spices/Archipelago untuk menerapkan PERURI RFID Blockchain pada produk rempah dan kerajinan bambu, seperti kursi, meja, serta dekorasi rumah yang ditujukan untuk pasar Belanda, Serbia, dan sejumlah negara Eropa Timur.
Produk-produk tersebut direncanakan dikirim ke Belanda menggunakan kontainer untuk memenuhi kebutuhan penjualan akhir tahun (End of Year Sales) 2026 di pasar Eropa.
Namun, kesiapan teknologi dinilai perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang sesuai karakter masing-masing negara tujuan. Konsultan marketing komunikasi, Ginung Pratidina, mengatakan pelaku usaha perlu menyesuaikan desain kemasan, pemilihan warna, hingga storytelling di media sosial agar produk lebih mudah diterima konsumen Eropa.
Melalui penerapan Digital Product Passport, konsumen nantinya cukup memindai RFID yang tertanam pada produk untuk memperoleh informasi mengenai asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material yang digunakan, jejak karbon, sertifikasi, hingga status keaslian produk yang telah diverifikasi melalui teknologi blockchain.
Dalam implementasinya, PERURI Digital Security menyediakan teknologi tanda tangan digital, smart contract, dan sistem keamanan digital untuk menjaga integritas data produk. Sementara Pundi menyediakan infrastruktur blockchain dan platform digital yang mencatat seluruh perjalanan produk secara transparan sehingga lebih sulit dimanipulasi.
Berita Terkait
Berita Terkait

4 hours ago
7















































