Pasar Cermati Pergantian Gubernur BI, IHSG Bertahan di Fase Konsolidasi

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian pelaku pasar setelah Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Di tengah perkembangan tersebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase konsolidasi karena investor menunggu arah kebijakan moneter serta sejumlah sentimen global.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan, Presiden telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada Ahad (26/7/2026). Untuk menjaga kesinambungan tugas bank sentral, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perhatian investor karena Bank Indonesia berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta menetapkan suku bunga acuan. Kebijakan bank sentral juga memengaruhi pergerakan pasar keuangan, mulai dari pasar obligasi, nilai tukar rupiah, hingga IHSG.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, selama periode perdagangan 20-24 Juli 2026 IHSG menguat 0,34 persen ke level 6.196,43. Kenaikan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing sebesar Rp3,37 triliun, sehingga akumulasi arus keluar modal asing sepanjang tahun ini mencapai Rp79,09 triliun.

Menurut Brigita, tekanan dari investor asing mampu diimbangi penguatan sektor properti dan energi serta dominasi investor domestik yang menyumbang 69 persen nilai transaksi harian.

“Kombinasi rotasi sektoral dan kuatnya likuiditas domestik menjaga IHSG tetap stabil di tengah tekanan eksternal, sementara valuasi pasar yang masih relatif atraktif menjadi salah satu faktor yang menopang minat beli secara selektif,” kata Brigita, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaku pasar masih mengambil sikap risk-off dan wait and see menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal II serta hasil rapat Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini. Dari dalam negeri, pergerakan IHSG diperkirakan akan dipengaruhi keseimbangan antara fundamental ekonomi yang masih kondusif dan tekanan eksternal.

Secara teknikal, Brigita menilai IHSG masih berada dalam fase pullback menuju area 6.150-6.200. Selama indeks bertahan di atas area support 6.111-6.150, peluang rebound masih terbuka.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, transisi kepemimpinan BI akan menjadi salah satu faktor yang dicermati investor dalam waktu dekat.

Menurut Liza, pengunduran diri Perry Warjiyo belum dapat langsung diartikan sebagai bukti adanya intervensi terhadap bank sentral. Yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah bagaimana independensi BI dijalankan setelah berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Liza mengatakan, kepercayaan investor akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan moneter dan proses transisi kepemimpinan yang mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia.

Pada perdagangan Senin (27/7/2026), IHSG dibuka di level 6.185,80 dari posisi penutupan sebelumnya 6.196,43. Indeks sempat menguat hingga 6.219,42 sebelum kembali berfluktuasi. Hingga pukul 11.09 WIB, IHSG berada di level 6.196,29 atau turun tipis 0,14 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |