Ratusan Warga Riau Ikuti Operasi Katarak Gratis, Akses Layanan Kesehatan Mata Perlu Peningkatan

13 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau mengikuti program operasi katarak gratis yang digelar melalui kolaborasi Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, Jumat (5/6/2026), itu menjadi upaya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya maupun keterbatasan akses pelayanan medis.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, operasi katarak gratis tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.

"Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting, yaitu solidaritas kemanusiaan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita," kata Herry.

Menurut dia, kemampuan melihat merupakan hal yang sangat berharga dalam kehidupan seseorang. Herry mengaku memahami pentingnya penglihatan setelah mendampingi ayahnya yang mengalami gangguan penglihatan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, sesungguhnya kita sedang menghadirkan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya," ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat operasi katarak tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga keluarga yang selama ini mendampingi mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia dapat beraktivitas lebih mandiri, kembali produktif, dan menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama," katanya.

Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation Emi Wiranto mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.

Menurut Emi, operasi katarak merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

"Kami percaya bahwa kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik," ujar Emi.

Ia menegaskan yayasannya akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan sekadar jumlah operasi yang dilakukan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika para peserta dapat kembali melihat wajah keluarga mereka, kembali beraktivitas, dan kembali memiliki harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin menilai masih banyak masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak karena belum memiliki akses memadai terhadap layanan kesehatan.

"Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, kami bersama berbagai pihak berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat," ujar Arfan.

Seluruh peserta dalam kegiatan tersebut mendapatkan layanan operasi menggunakan teknologi phacoemulsification yang menjadi salah satu standar penanganan katarak modern.

Kegiatan bakti sosial itu turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jajaran Perdami Riau-Kepri, pimpinan Rumah Sakit Awal Bros Group, dokter spesialis mata, pejabat utama Polda Riau, relawan sosial, serta ratusan peserta operasi katarak gratis.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |