REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan calon pekerja bidang pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia, dipastikan akan menyerbu Grand Recriutment IKA NHI 2026 yang digelar di Kampus Poltekpar NHI Bandung, selama dua hari, 8 hingga 9 Juni 2026.
Menurut Ketua IKA NHI, Tantowi Yahya, para pencari kerja di bidang pariwisata tersebut akan mengisi 6.000 peluang pekerjaan.
"Potensi itu ada 6.000 peluang pekerjaan untuk sektor pariwisata ya. Nah, Insya Allah ini akan datang 2.000 job seekers, baik dari NHI maupun umum. Jadi ini mohon dijelaskan, ini nih bukan untuk NHI aja, tapi ini peluang buat semua,’’ katanya di acara pembukaan The 1st International Hospitality and Tourism Grand Recruitment IKA NHI, Senin (8/5/2026).
Ia menambahkan, semua calon-calon tenaga kerja. Bukan hanya dari Bandung tetapi seluruh Indoensia. ‘’Jadi kita membuka ini peluang bagi semua," ujar Tantowi.
Ia menjelaskan, total perusahaan untuk hotel yang mengikuti bursa kerja ini lebih dari 100 perusahaan. Walaupun, jumlah boothnya hanya 30-an. "Iya, 30-an booth-nya, tapi perusahaannya lebih dari 100 ya. Perusahaan luar negeri pun, ada yang membuka lowongan," katanya.
Tantowi menilai, lulusan pariwisata menempati posisi yang sangat strategis. Karena, industri saat ini membutuhkan para pekerja terlatih yang akan menempati posisi-posisi di berbagai tingkatan di industri pariwisata di dalam maupun luar negeri.
"Nah, kebenaran yang sangat dibutuhkan dari Indonesia itu saat ini adalah pekerja-pekerja di bidang wellness ya," katanya.
Menurutnya, tenaga kerja yang terlatih dari Indonesia untuk industri kesehatan dan wellness sangat diminati. Salah satunya, spa. "Industri kesehatan di luar negeri itu kalau misalnya itu dijalankan oleh tenaga kerja dari Indonesia itu, itu mendatangkan kepuasan tertinggi dibandingkan dari negara-negara lain," paparnya.
Terkait potensi job seeker atau peluang kerja di industri hospitality, Tantowi mengatakan, saat ini salah satu industri yang berkembang setelah pandemi adalah pariwisata. Jadi, ada satu keyakinan bahwa industri yang akan segera kembali itu adalah industri pariwisata.
"Orang setelah penat dikurung pandemi 2 tahun gitu ya, terus duitnya terkumpul enggak dikemana-manain gitu ya, padahal orang ingin plesir, ingin melihat dunia. Nah, jadi diyakini betul bahwa industri pariwisata itu akan bounce back, akan kembali dalam waktu cepat. Seiring dengan akan kembalinya industri itu, kebutuhan terhadap tenaga kerja juga akan meningkat," paparnya.
Sektor pariwisata, kata Tantowi, saat ini menjadi satu-satunya industri yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Karena, semua yang dibelanjakan wisatawan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Yakni, baik itu pengrajin, pengusaha restoran, catering, hotel, dan lainnya.
"Kalau industri lain itu kan masuknya itu ke daerah, dilempar dulu ke pusat, kemudian baru bagi hasil, entah dapat berapa puluh persen. Nah, pariwisata itu kenapa dia harus didorong? Karena satu-satunya industri yang berdampak langsung ke rakyat," katanya.
Sementara menurut Asisten Rekrutmen Manager Ayana Mid Plaza Jakarta, Charisma Naturalita, Ayana Hospitality mengikuti Job Fair selain untuk mencari talent juga untuk employer branding.
"Nah, employer branding itu sebenarnya kita bisa me-attract dari kandidat-kandidat yang bagus-bagus nih, gitu. Apalagi dari NHI, itu udah terkenal di dunia industri pariwisata lulusan-lulusannya tuh bagus, gitu kan," katanya. Kalau seberapa efektif, untuk buat fresh graduate, itu efektif sekali karena mereka akan attract.
‘’Apalagi kita juga kebetulan lagi banyak kesempatan. Misalnya Labuan Bajo kita lagi buka banyak. Nah, kalau misalnya masuk, misalnya kita butuh front office, NHI itu dia ngasih kandidat-kandidatnya memang sudah terlatih, sudah bagus," katanya.

4 hours ago
10















































