REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi dikerahkan untuk membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul aksi penyerangan terhadap markas polres setempat di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, pada Selasa (15/9). Langkah ini merupakan wujud sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan situasi kondusif di wilayah tersebut.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan pers di Denpasar, Rabu, menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI merupakan respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. “Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.
Puluhan personel TNI diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat. Mereka tidak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif kepada warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan. Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur, dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Kronologi Peristiwa
Situasi memanas bermula setelah seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, bernama Jowa Tana, meninggal dunia. Ia sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi. Berdasarkan informasi awal, penindakan terjadi pada Selasa pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan.
Saat petugas masuk, Jowa Tana disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan, sebelum kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah. Petugas melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas kemudian melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki untuk melumpuhkan.
Namun, akibat pergerakan yang bersangkutan saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Jowa Tana kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia. Pada sore harinya, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa itu.
Upaya Pengamanan dan Peredaman Ketegangan
Berbagai upaya pendekatan telah dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat. Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi segera memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat.
Personel TNI juga aktif melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan serta menjaga agar situasi tetap terkendali. Hingga saat ini, personel gabungan dari Kodim 1613/Sumba Barat, Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi, khususnya di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat konsentrasi massa.
Di sisi lain, jenazah Jowa Tana telah dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib. Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahan terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri, dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
4














































