Toilet Madrasah yang Mengubah Cara Kami Memandang Pendidikan

6 hours ago 12

Image Dr. Ir. ERNA SRI SUGESTI, M.Sc.

Eduaksi | 2026-07-02 20:13:41

"Kebersihan adalah sebagian dari iman." Kalimat tersebut sering kita dengar. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kebersihan fasilitas umum—termasuk toilet—masih menjadi tantangan.

Hal itulah yang kami temui ketika melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University di Yayasan Darul Muttaqin Al-Insani, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dipimpin oleh ibu Ida Yunengsih dan bapak Tono.

Madrasah ini bukan sekolah besar dengan fasilitas yang lengkap. Sebaliknya, lembaga pendidikan berbasis masyarakat ini tumbuh dari semangat gotong royong warga untuk memberikan pendidikan agama kepada lebih dari seratus santri. Dengan keterbatasan sarana, ruang kelas dipakai bergantian untuk belajar, mengaji, hingga salat berjamaah. Di sinilah persoalan sanitasi menjadi penting. Toilet yang kurang layak tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan dan kekhusyukan ibadah. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan program revitalisasi toilet oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University.

Berawal dari Sebuah Pintu Toilet

Permasalahan yang kami temukan ternyata bukan sekadar keramik yang kusam atau cat yang mulai pudar.

Posisi pintu toilet menghadap ruang kelas yang juga digunakan sebagai tempat salat berjamaah. Selain menimbulkan aroma yang kurang nyaman, kondisi ini mengurangi kekhusyukan saat kegiatan ibadah berlangsung. Di sisi lain, ruang penyimpanan barang juga kurang tertata sehingga mengurangi fungsi ruang secara keseluruhan.

Karena itu, revitalisasi tidak hanya memperbaiki tampilan toilet, tetapi juga menata ulang tata letak ruang agar lebih nyaman digunakan oleh seluruh warga madrasah.

Perbedaan kondisi lingkungan toilet sebelum dan setelah revitalisasi

Gotong Royong Membangun Fasilitas yang Bermartabat

Program ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Telkom University bersama pengurus yayasan, guru, santri, Darul Muttaqin Al-Insani dan masyarakat sekitar.

Kegiatan diawali dengan survei lapangan, penyusunan desain, penggalangan dana, pelaksanaan renovasi, hingga edukasi sanitasi kepada warga madrasah. Pendekatan partisipatif dipilih agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.

Tidak kalah penting adalah penyuluhan mengenai sanitasi berbasis WASH (Water, Sanitation and Hygiene) yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan toilet, mencuci tangan memakai sabun, menghemat penggunaan air, serta merawat fasilitas bersama sebagai bagian dari akhlak seorang muslim.

Ketika Toilet Menjadi Media Pendidikan Karakter

Banyak orang menganggap toilet hanyalah fasilitas pendukung.

Padahal, toilet adalah tempat pertama anak-anak belajar disiplin, bertanggung jawab, menghargai fasilitas umum, dan menjaga kebersihan. Kebiasaan menyiram setelah digunakan, membuang sampah pada tempatnya, serta mencuci tangan adalah pendidikan karakter yang akan terbawa hingga dewasa.

Karena itu, dalam kegiatan ini kami juga menyerahkan media edukasi berupa poster sanitasi dan panduan sederhana agar budaya hidup bersih terus dipelihara oleh seluruh warga madrasah. Program ini sejalan dengan tujuan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Senyum Santri, Semangat Baru

Bagian paling membahagiakan bukanlah ketika renovasi selesai.

Yang paling berkesan justru ketika melihat santri, guru, mahasiswa, dan masyarakat berkumpul dalam satu ruangan dengan wajah penuh semangat. Mereka menyadari bahwa toilet yang bersih bukan hanya membuat lingkungan lebih sehat, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan ibadah yang lebih khusyuk.

Aliansi akademisi dan masyarakat agamis, we are together nurturing the future

Sanitasi adalah Investasi Pendidikan

Revitalisasi toilet mungkin tampak sederhana.

Namun, di balik bangunan yang lebih bersih terdapat investasi besar bagi kesehatan, pendidikan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Semoga semakin banyak perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat yang menyadari bahwa membangun pendidikan tidak selalu dimulai dari laboratorium yang canggih atau gedung yang megah. Terkadang, perubahan besar justru dimulai dari sebuah toilet yang bersih, layak, dan dirawat bersama.

Acknowledgement

Program ini terlaksana berkat bantuan donasi dari Hamba Allah (semoga dilimpahkan rahmat dan pahala kebajikan), dan direalisasi secara amanah oleh tim PkM yang diketuai oleh Dr. Ir. Erna Sri Sugesti, anggota tim Dr. Ir. Rina Pudji Astuti, dan Bambang Sumadjudin, Ir. M.T., serta para mahasiswa Ahmad Faisal Hafidz, Gading Rizky Maulana, Richo Alifian Nokie, William Eka Chandra, Zaira Novika Adila.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |