REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya Turki mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara memasuki babak baru. Forum ASEAN-Türkiye untuk pertama kalinya digelar di Jakarta, Selasa, sebagai wadah memperkuat kerja sama strategis sekaligus mempertegas ambisi Ankara menjadi Mitra Dialog Penuh (Full Dialogue Partner) ASEAN.
Forum bertajuk Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Türkiye Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization itu diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama Kedutaan Besar Republik Turki di Jakarta dengan dukungan Kantor Penasihat Komunikasi Turki. Kegiatan tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan, diplomat, akademisi, hingga pakar dari kawasan ASEAN dan Turki.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang penguatan kerja sama di bidang perdagangan, keamanan, energi, pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah.
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, mengatakan ASEAN dan Turki memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Menurut dia, ASEAN saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia, sedangkan Turki memiliki posisi strategis sebagai penghubung Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
"Penggabungan kekuatan kedua kawasan akan membuka peluang besar bagi peningkatan kemakmuran bersama, ketahanan ekonomi, dan keamanan yang lebih kuat," kata Watanabe dalam sambutannya.
Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Prof Talip Küçükcan, mengatakan forum perdana ini merupakan manifestasi komitmen kedua pihak untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang.
Ia menegaskan ASEAN-Türkiye Forum tidak dirancang sebagai agenda seremonial semata, melainkan akan menjadi mekanisme dialog tetap yang mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua kawasan secara berkala.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, menilai hubungan ASEAN dan Turki memiliki arti strategis yang semakin besar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menurut dia, hubungan kedua pihak tidak cukup hanya dibangun di atas capaian masa lalu, tetapi juga harus diarahkan untuk menjadi salah satu pilar stabilitas ekonomi dan politik di tengah perubahan lanskap global.
Dalam tiga sesi panel utama, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk memperdalam kemitraan ASEAN-Turki.
Salah satu rekomendasi ialah mendorong hubungan kedua pihak melampaui status Turki saat ini sebagai Sectoral Dialogue Partner. Para peserta mengusulkan peningkatan keterlibatan Turki dalam berbagai mekanisme ASEAN, termasuk memperluas kerja sama dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta memperkuat partisipasi dalam forum pertahanan ASEAN Defence Ministers' Meeting Plus (ADMM-Plus).
Di sektor energi, forum menilai Turki dan ASEAN memiliki potensi saling melengkapi. Turki selama ini dikenal sebagai salah satu jalur transit energi penting yang menghubungkan Asia dan Eropa, sedangkan ASEAN merupakan kawasan dengan permintaan energi yang terus meningkat.
Karena itu, forum mendorong peningkatan kerja sama melalui alih teknologi, riset bersama, pembangunan industri manufaktur, serta penguatan rantai pasok mineral kritis yang kini menjadi komoditas penting dalam transisi energi global.
Selain itu, transformasi digital juga menjadi perhatian utama. Para peserta mengusulkan pembentukan sistem sertifikasi keterampilan digital lintas kawasan melalui program Digital Skills Passport, pendirian Pusat Pengembangan Tenaga Kerja Digital ASEAN-Turki, serta penyelenggaraan ASEAN-Türkiye Youth Forum setiap tahun untuk mempererat hubungan antargenerasi muda.
Forum ini menjadi bagian dari perjalanan panjang hubungan Turki dengan ASEAN. Ankara bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2010, kemudian mengakreditasi Kedutaan Besarnya di Jakarta sebagai perwakilan untuk ASEAN pada 2011. Enam tahun kemudian, Turki resmi memperoleh status sebagai Sectoral Dialogue Partner ASEAN.
Pada 2024, Turki mengajukan permohonan resmi untuk menjadi Mitra Dialog Penuh ASEAN. Status tersebut merupakan bentuk kemitraan tertinggi bagi negara mitra di luar kawasan, yang memungkinkan keterlibatan lebih luas dalam berbagai forum politik, ekonomi, dan keamanan ASEAN.
Penyelenggaraan ASEAN-Türkiye Forum perdana di Jakarta dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pencalonan tersebut sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih erat antara Turki dan negara-negara Asia Tenggara di masa mendatang.

13 hours ago
15














































