BNPB: Karhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana Sepanjang Pekan Ini

11 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi bencana yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. Ini merujuk pemutakhiran penanganan bencana dalam periode pemantauan BNPB. 

BNPB menyebut karhutla di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, berhasil dipadamkan pada Kamis (16/7). Titik api diketahui pertama kali pada Rabu (15/7), pukul 14.18 WITA. Bencana ini mengakibatkan lahan seluas 25 hektare terbakar di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo. BPBD setempat melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. 

Karhutla juga terjadi di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu (15/7). Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Lokasi terdampak berada di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Luas lahan terbakar mencapai 4,37 hektare. Api berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Kamis (16/7). 

"BNPB memantau rentetan bencana hidrometeorologi masih mendominasi sejumlah peristiwa di beberapa wilayah, diantaranya karhutla dan kekeringan," kata 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya pada Jumat (17/7/2026). 

Abdul menyebut hingga kini sejumlah wilayah terus melakukan kesiapsiagaan dan respons mengantisipasi dampak kerhutla. Sedangkan soal kekeringan, BPBD beberapa wilayah melakukan respons jangka pendek, seperti pendistribusian air bersih ke titik-titik yang warganya membutuhkan suplai air. 

"Beberapa wilayah yang menghadapi bencana kekeringan yang dilaporkan kepada BNPB antara lain di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Empat kecamatan terdampak dengan populasinya sebanyak 4.397 KK," ujar Abdul. 

Selain itu, sebanyak 616 KK atau 967 jiwa di tiga kecamatan, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah membutuhkan dukungan air bersih. Sampai dengan Kamis (16/7) BPBD telah mendistribusikan air bersih sebanyak 5 tanki atau 25 ribu liter. 

Lalu wilayah Kabupaten Klaten juga terdampak bencana serupa. BPBD setempat melaporkan empat desa di satu kecamatan membutuhkan suplai air akibat kekeringan. Keempat desa terdampak yaitu Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo, yang semuanya berada di Kecamatan Kemajang. Sebanyak 3.272 KK atau 10.685 merasakan dampak fenomena ini. Pada 15 Juni hingga 16 Juli 2026, total distribusi air mencapai lebih dari 1,3 juta liter.

Berikutnya, kekeringan melanda sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Lima desa di dua kecamatan dengan populasi 1.758 jiwa terdampak bencana ini. Kekeringan pertama dilaporkan pada 19 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga hari ini. Kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Karangreja dan Kejobong. Pada Kamis (16/7) BPBD mengirimkan 30 ribu liter ke Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong.  

Selanjutnya, 28 desa di 15 kecamatan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, terdampak kekeringan. BPBD setempat mencatat sebanyak 2.016 KK atau 39768 jiwa membutuhkan bantuan suplai air bersih. Pihak BPBD Kabupaten Bogor telah mengirimkan air bersih ke sejumlah kecamatan. Pada Kamis (16/7), 30 ribu liter terdistribusi ke empat kecamatan, yaitu Kecamatan Leuwisadeng, Jonggol, Dramaga, dan Tanjungsari.

"Menyikapi ancaman karhutla dan kekeringan, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga," ujar Abdul.

Menghadapi karhutla, Abdul menekankan pencegahan merupakan upaya efektif dalam penanganannya. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci upaya pengurangan risiko bersama. Sedangkan menghadapi bencana kekeringan, warga diharapkan bijak dalam pemanfaatan ketersediaan air. 

"Apabila terjadi hujan, warga dapat memanen sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Abdul.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |