Mengenal Tiga Teknologi Radiofrequency untuk Perawatan Kulit

19 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi estetika medis mendorong hadirnya berbagai metode perawatan kulit yang semakin terarah dan personal. Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam perawatan modern adalah radiofrequency (RF), yang memanfaatkan energi gelombang radio untuk merangsang jaringan di bawah permukaan kulit.

Berbeda dengan pendekatan perawatan yang hanya berfokus pada permukaan kulit, teknologi RF bekerja dengan memanfaatkan respons alami tubuh terhadap energi yang diberikan pada jaringan. Namun, pemilihan teknologi RF tidak dapat disamaratakan karena setiap perangkat memiliki karakteristik energi, kedalaman penetrasi, dan fungsi yang berbeda.

Dokter di Seraphim Medical Center, dr. Yuziana, M. Biomed (AAM), mengatakan perkembangan teknologi RF kini memungkinkan pendekatan perawatan yang lebih spesifik sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. “Setiap alat RF memiliki cara kerja dan karakteristik energi yang berbeda. Itulah mengapa pilihan alat tidak bisa disamaratakan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan perawatan masing-masing pasien,” jelasnya, dikutip dari siaran pers, Jumat (17/7/2026).

Seraphim Medical Center menghadirkan tiga teknologi RF, yakni Venus Versa, INDIBA, dan Endymed. Ketiganya memiliki karakteristik berbeda dan penggunaannya perlu didasarkan pada evaluasi medis.

Yang pertama adalah Venus Versa atau sistem perawatan multi-platform yang mengintegrasikan lebih dari satu teknologi dalam satu perangkat. Kombinasi tersebut memungkinkan dokter melakukan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap berbagai kondisi kulit.

Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan perangkat ini karena dapat digunakan untuk kebutuhan perawatan yang berbeda. Meski demikian, penentuan jenis perawatan tetap perlu didahului dengan penilaian klinis.

Menurut dr. Yuziana, teknologi tidak seharusnya digunakan hanya karena sedang populer. Kondisi kulit, tujuan perawatan, dan kebutuhan setiap pasien menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan perangkat yang digunakan.

Teknologi lain yang tersedia adalah INDIBA Activ Therapy, yang menggunakan radiofrequency pada frekuensi 448 kHz. Teknologi ini dirancang untuk memberikan stimulasi pada jaringan yang lebih dalam.

Pendekatan INDIBA tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada respons biologis jaringan. Karena itu, teknologi tersebut dinilai relevan dalam pendekatan yang lebih luas terhadap kesehatan jaringan dan proses pemulihan tubuh. “INDIBA relevan tidak hanya dari sisi kecantikan, tetapi juga dari perspektif kesehatan yang lebih luas,” ujar dr. Yuziana.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep functional medicine yang berupaya melihat kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, termasuk faktor yang mendasari suatu masalah kesehatan. Sementara itu, Endymed menggunakan teknologi 3DEEP RF. Teknologi ini dirancang untuk menghantarkan energi radiofrequency secara lebih terkontrol ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Penggunaan energi yang terkontrol menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan teknologi estetika medis. Selain berupaya mencapai hasil perawatan yang optimal, teknologi modern juga semakin memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pasien.

“Pasien tidak harus memilih antara hasil yang baik dan kenyamanan selama perawatan. Teknologi yang tepat bisa memberikan keduanya,” kata dr. Yuziana.

Kehadiran berbagai perangkat RF menunjukkan bahwa teknologi estetika medis kini bergerak menuju pendekatan yang semakin personal. Tidak ada satu perangkat yang secara otomatis cocok untuk semua orang.

Karena itu, konsultasi dan evaluasi medis menjadi bagian penting sebelum seseorang menjalani prosedur. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kulit, tujuan perawatan, riwayat kesehatan, serta kebutuhan pasien sebelum menentukan teknologi yang sesuai.

“Setiap pasien datang dengan kondisi yang unik. Tugas kami adalah memahami kondisi tersebut secara menyeluruh, lalu menentukan pendekatan teknologi mana yang paling sesuai, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi umum,” ujar dr. Yuziana.

Seraphim Medical Center, yang merupakan bagian dari Bethsaida Healthcare, mengembangkan layanan dengan pendekatan functional medicine. Selain Beauty & Aesthetic Center, fasilitas tersebut juga memiliki Wellness Center serta Sports & Rehabilitation Center.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |