Drama Toronto, Ronaldo Bangkitkan Portugal, Ramos Penentu Kemenangan

15 hours ago 12

Image DEDE IKROM

Olahraga | 2026-07-03 09:16:16

Toronto menjadi saksi salah satu drama paling menegangkan di Piala Dunia 2026. Di bawah tekanan luar biasa sebagai kandidat juara, Portugal harus berjuang mati-matian sebelum akhirnya menundukkan Kroasia 2-1 dan melangkah ke babak 16 besar, Jumat (3/7) dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa ini adalah ujian mental, emosi, dan naluri juara sejati.

https://unsplash.com/photos/a-large-stadium-filled-with-lots-of-people-ky5fBgkdtY4

Sejak peluit awal dibunyikan, Portugal langsung tampil menggila. Serangan demi serangan dilancarkan, Bruno Fernandes dan Rafael Leão silih berganti menusuk pertahanan Kroasia. Ronaldo, sang kapten yang membawa beban sejarah di pundaknya, dua kali mendapat peluang emas namun gagal menjangkau bola dengan sempurna. Setiap peluang yang terbuang terasa seperti detak jantung yang tertahan bagi jutaan pendukung Selecao das Quinas di seluruh dunia.Kroasia, tim veteran yang tak pernah gentar meski di atas kertas kalah unggul, memilih bertahan rapat dan menunggu momentum. Babak pertama pun berakhir tanpa gol 0-0. Ketegangan mulai menjalar, seakan pertandingan ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar tiga poin.

Memasuki babak kedua, Kroasia berubah wajah. Mereka yang tadinya bertahan kini tampil lebih berani dan agresif. Dan tepat pada menit ke-53, mimpi buruk bagi Portugal menjadi kenyataan Ivan Perišić menemukan celah dan menjebol gawang Diogo Costa. Stadion mendadak sunyi. Ribuan suporter Portugal menahan napas, sementara skuad Kroasia meluapkan kegembiraan mereka.Tekanan pun berlipat ganda. Ini laga hidup-mati, dan Portugal harus mengejar ketertinggalan atau pulang lebih cepat dari turnamen yang mereka impikan untuk dimenangkan.

Seolah nasib sedang mempermainkan mereka, Portugal sempat berpesta ketika Ronaldo menjebol gawang Kroasia pada menit ke-61. Namun sukacita itu hanya bertahan sesaat wasit meninjau VAR dan gol tersebut dianulir karena posisi offside. Ronaldo, pemain yang telah mengalami hampir semua hal dalam karier gemilangnya, kali ini harus menelan kekecewaan pahit di depan mata dunia.

Namun sepak bola selalu menyimpan kejutan. Beberapa menit setelah gol dianulir, drama baru pun tercipta. Renato Veiga dijatuhkan Nikola Vlašić di kotak terlarang saat situasi sepak pojok. Wasit sempat ragu, tetapi setelah intervensi VAR, titik putih akhirnya ditunjuk.Semua mata tertuju pada satu orang: Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, dengan beban sejarah panjang di pundaknya, ia melangkah tenang menuju titik penalti. Tak ada keraguan di wajahnya. Tendangannya melesat tajam ke tengah gawang, mengelabui gerakan kiper Livaković yang justru melompat ke arah lain. Gol! Skor menjadi 1-1 pada menit ke-68.Momen itu bukan sekadar gol penyeimbang biasa ini adalah gol pertama Ronaldo di babak sistem gugur Piala Dunia sepanjang kariernya, sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Air mata haru bercampur lega pun pecah di bangku cadangan Portugal.

Pertandingan semakin liar. Kroasia nyaris kembali unggul lewat tembakan keras yang membentur tiang gawang. Diogo Costa tampil gemilang menghalau ancaman demi ancaman. Waktu terus berjalan, dan bayang-bayang perpanjangan waktu mulai terasa nyata.Pelatih Roberto Martínez pun mengambil keputusan berani menarik keluar Ronaldo, sang legenda, dan memasukkan Gonçalo Ramos sebagai kartu terakhir. Sebuah taruhan besar di detik-detik penentuan.

Dan benar saja, keputusan itu berbuah manis dengan cara yang paling dramatis. Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Rafael Leão bergerak lincah dari sisi kiri dan melepaskan umpan silang sempurna ke jantung pertahanan Kroasia. Di sana, Gonçalo Ramos muncul di antara dua bek lawan dan menanduk bola dengan sempurna gol! Menit 90+4, dan stadion pun meledak dalam euforia.

Namun Kroasia belum menyerah. Di ujung masa tambahan waktu, Josko Gvardiol nyaris membuyarkan mimpi Portugal dengan golnya sendiri. Perayaan sempat pecah di kubu Kroasia namun sekali lagi, VAR menjadi penentu takdir. Setelah tinjauan panjang yang mendebarkan, gol tersebut dianulir karena offside. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang akhirnya dibunyikan.

Bagi Portugal, kemenangan ini adalah bukti mental juara bangkit dari ketertinggalan, gol dianulir, hingga akhirnya menang lewat drama di menit-menit akhir. Mereka kini melaju ke babak 16 besar untuk menantang Spanyol.Namun di sisi lain, laga ini menjadi akhir perjalanan yang emosional bagi Kroasia dan sang kapten legendaris, Luka Modrić, yang harus mengucapkan selamat tinggal pada turnamen ini dengan kepala tegak setelah perjuangan yang luar biasa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |