Gelar Doa Bersama, Mahasiswa STIE YKP Ajak Anak Muda Lebih Peka terhadap Situasi Bencana

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKP Yogyakarta menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai bencana yang tengah terjadi di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) ini sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Presiden Mahasiswa STIE YKP Yogyakarta, Fadli, menjelaskan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk respons mahasiswa terhadap kondisi Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai ancaman dan peristiwa bencana di sejumlah wilayah.

"Hari ini kami sedang melaksanakan suatu kegiatan yaitu doa lintas agama sebagai respons kepedulian kita terhadap situasi bangsa Indonesia, khususnya yang sampai hari ini masih terdampak banyak bencana dari Sabang sampai Merauke dan ancaman bencana-bencana lain di wilayah Indonesia" ujar Fadli.

Menurutnya, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon keselamatan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kondisi bangsa. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek spiritual. Fadli menilai anak muda juga perlu mengambil peran nyata dalam membangun solidaritas bagi korban bencana.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi generasi muda untuk melihat kembali sejauh mana kepedulian mereka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Harapannya, ini juga menjadi bahan refleksi bagi kita, khususnya anak muda bangsa Indonesia. Apakah kita sudah betul-betul bersama dengan bangsa Indonesia? Apakah kita benar-benar mempunyai jaringan solidaritas sebagai warga negara?" ujarnya.

Fadli menekankan, generasi muda memiliki modal intelektual, kemanusiaan, dan spiritual yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

"Sebagai anak muda, sebagai anak bangsa yang memiliki intelektual, yang memiliki jiwa humanis dan memiliki jiwa spiritual, teman-teman harus bersama-sama membersamai para korban bencana alam" tuturnya.

Sementara itu, salah satu panitia kegiatan, Zahra, menjelaskan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa terhadap berbagai bencana yang saat ini terjadi di Indonesia dan dampaknya terhadap masyarakat.

"Kita melihat bahwasanya Indonesia sekarang sedang enggak baik-baik saja. Banyak bencana, banyak kejadian yang memang memakan korban dan merugikan masyarakat itu sendiri" jelas Zahra.

Mahasiswi asal Sumatera Barat tersebut mengatakan doa lintas agama menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendoakan keselamatan masyarakat dan kondisi Indonesia.

Zahra juga menyoroti masih adanya anak muda yang belum sepenuhnya memiliki kepedulian terhadap informasi mengenai bencana. Menurutnya, perhatian generasi muda terhadap kondisi kebencanaan di Indonesia masih perlu diperkuat.

"Menurut saya kurang. Belum semuanya aware terhadap berita-berita seperti itu" ujarnya.

Karena itu, ia berharap agar generasi muda bisa lebih peduli ketika melihat berbagai persoalan kebencanaan yang terjadi di Indonesia. Menurut Zahra, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

"Mereka pastinya (harus) lebih peduli, lebih punya jiwa yang besar untuk membantu dengan cara apa pun. Enggak cuma diam terus cuek saja. Kalau bisa sampai kepada titik bagaimana kita bisa membantu" ujarnya.

Doa lintas agama tersebut diikuti lebih dari 50 peserta dan melibatkan perwakilan pemuka agama dari umat Islam dan Kristen. Setiap mahasiswa memberikan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan seremonial simbolisasi 1000 lilin sebagai bentuk harapan dan komitmen bersama untuk menjaga solidaritas di tengah berbagai ancaman bencana serta ditutup dengan pentas pembacaan puisi oleh perwakilan mahasiswa.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |