Gubernur Koster Ungkap Kondisi Pertanian Bali: Surplus Beras hingga Defisit Bawang Putih

19 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan kondisi terkini sektor pertanian Bali dalam acara pelantikan Made Muliawan Arya atau De Gadjah sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali periode 2026-2031 di Denpasar, Jumat. Secara umum, Koster menyatakan sektor pertanian di Pulau Dewata berkembang cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat.

“Secara umum sektor pertanian di Bali berkembang cukup baik, perhitungan kami, produksi kita mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali,” ujar Koster. Ia pun meminta dukungan HKTI Bali untuk mempercepat program kedaulatan pangan di provinsi tersebut, di mana De Gadjah yang merupakan mantan pesaingnya dalam Pilkada Bali 2024 resmi menakhodai organisasi tani itu.

Gubernur Koster merinci, beberapa komoditas pertanian saat ini sedang mengalami surplus, di antaranya beras, jagung, bawang merah, dan cabai. Namun, ia menyoroti satu komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah, yakni bawang putih. Hingga kini, Bali mengalami defisit dalam pemenuhan kebutuhan bawang putih sehingga masih harus mengandalkan impor.

Dorong Perluasan Tanam Bawang Putih

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memandang defisit bawang putih terjadi karena preferensi masyarakat yang lebih menyukai bawang putih impor lantaran harganya lebih murah dibandingkan hasil produksi petani lokal. Menyikapi hal ini, Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong perluasan area tanam bawang putih di sejumlah kabupaten seperti Bangli, Jembrana, dan Karangasem.

“Saya sudah terus dorong perluasan area tanam bawang putih, kalau produksinya sudah cukup, kita bisa hentikan impor,” tegas Koster. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan Bali yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Perhatian serius pada sektor pertanian tidak lepas dari kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian Bali. Pemprov Bali mencatat kontribusi sektor pertanian pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali mencapai 14 persen. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas pertanian dari hulu hingga hilir.

Genjot Pertanian Organik

Salah satu prioritas lainnya adalah pengembangan pertanian organik, khususnya pada lahan sawah. Koster menyebut, dari total 64 hektare sawah, 60 persen di antaranya telah mengantongi sertifikat organik. Capaian ini sejalan dengan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

Program pertanian organik ini mendapat sambutan antusias dari para petani karena mampu meningkatkan nilai ekonomi produk yang mereka hasilkan. “Ini juga sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sehingga tidak merusak ekosistem,” ujar Koster.

Seiring dengan meningkatnya antusiasme petani dalam menerapkan sistem organik, Bali belakangan menghadapi kekurangan suplai pupuk cair. Untuk itu, Gubernur Koster berharap mendapat kuota lebih banyak guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan selamat kepada Ketua HKTI Bali beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan HKTI mampu mendorong kemajuan sektor pertanian di Bali.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI Sudaryono mengajak HKTI Bali untuk berperan aktif dalam program ketahanan pangan. “HKTI harus bisa menjembatani kebutuhan petani kita, saya berharap tak ada lagi petani yang hidupnya tidak baik dan tak ada lagi produk pertanian yang dibeli dengan harga rendah,” kata Sudaryono.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |