REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Lima warga Palestina dilaporkan syahid dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan Israel di wilayah Gaza tengah dan selatan pada Ahad waktu setempat. Sementara itu, seorang warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan sebelumnya di Gaza utara, di tengah terus berlanjutnya pemboman dan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza.
Jurnalis Muhammad Rabah melaporkan dari Gaza, tiga warga Palestina syahid dan beberapa lainnya terluka setelah serangan udara Israel menargetkan dapur umum di kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah. Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa ambulans bergegas ke tempat kejadian dan memindahkan para korban dan korban luka ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Sedangkan the Palestina Chronicle melaporkan syahidnya Abdullah Ahmed Abu Mustafa serta sejumlah korban luka setelah pesawat tempur Israel menyerang kawasan Garasi Rafah di Khan Younis.
Di Gaza utara, Jihad Salman meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya di Beit Lahia.
Sumber rumah sakit di Gaza menyebutkan sedikitnya lima jenazah korban serangan Israel telah tiba di fasilitas kesehatan sejak Ahad pagi.
Warga mencoba menyelamatkan korban pengeboman Israel di dapur umum Deir Balah, Kota Gaza, Ahad (17/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 873 warga Palestina syahid dan 2.543 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Sebanyak 771 warga juga dilaporkan telah pulih.
Meski gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus meningkat hingga mencapai 72.763 jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak awal agresi Israel pada Oktober 2023. Setidaknya 172.664 orang lainnya juga terluka.
Artileri Israel terus menggempur wilayah timur dan selatan Khan Younis, sementara kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif di kawasan timur dan selatan kota tersebut.
Serangan artileri juga menyasar bagian timur Kamp Pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.
Pasukan pendudukan Israel terus melancarkan pemboman udara, serangan artileri, serta operasi penghancuran bangunan di wilayah yang disebut sebagai “Garis Kuning”. Selain itu, pembatasan pengiriman bantuan, pergerakan warga, dan distribusi barang juga masih berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan.
Hamas mengecam serangan terhadap pusat distribusi makanan di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Kelompok perlawanan Palestina itu menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang yang disengaja” dan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai genosida berkelanjutan terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan itu terjadi di tengah “kebungkaman dan kelambanan internasional yang tak dapat dibenarkan”. Menurut Hamas, tidak adanya pertanggungjawaban justru mendorong Israel melanjutkan serangan-serangannya.
Hamas juga mendesak para mediator dan penjamin kesepakatan gencatan senjata untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan mengecam serangan tersebut serta mengambil langkah nyata guna menghentikan pelanggaran Israel.

4 hours ago
4














































