Kapan Penerapan One Way di Jalur Mudik Diberlakukan? Ini Kriterianya

13 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan Korps Lalu Lintas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way apabila volume kendaraan di jalur Tol Jakarta–Cikampek mencapai lebih dari 6.000 kendaraan per jam. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada masa arus mudik Lebaran 2026.

Wakapolri bersama jajaran baru saja melakukan patroli udara dari Jakarta hingga KM 29 Tol Jakarta–Cikampek. Ia melihat langsung kondisi pergerakan kendaraan pada hari kedua Operasi Ketupat 2026.

“Ketika nanti arus lalu lintas yang melalui Cikampek sudah dianalisis di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan pengaturan lainnya,” kata Dedi saat ditemui di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Bekasi, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan penerapan rekayasa lalu lintas merupakan langkah antisipatif Korlantas Polri selama Operasi Ketupat 2026. Analisis kondisi arus kendaraan dilakukan secara real time melalui sistem pemantauan di Command Center. Hasil pemantauan awal menunjukkan arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju jalur mudik utama masih bergerak lancar meskipun jumlah kendaraan mulai meningkat pada hari kedua operasi.

“Secara umum saya pantau dari udara arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar. Meskipun sudah ada peningkatan, namun masih dalam kategori sangat lancar,” ujar Dedi.

Ia menambahkan Command Center Satgas Operasi Ketupat berfungsi mengintegrasikan berbagai data lalu lintas dari lapangan. Sistem tersebut memungkinkan petugas mengambil keputusan rekayasa lalu lintas secara cepat dan terukur.

Evaluasi sejak hari pertama hingga hari kedua operasi juga menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Selain memantau dari jalur udara, kami juga melihat kesiapan Command Center Satgas Operasi Ketupat 2026. Hasil analisis dan evaluasi dari hari pertama hingga hari kedua menunjukkan situasi kamtibmas dalam kondisi sangat kondusif,” tutur Dedi.

Korlantas Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas lain sebagai langkah awal penguraian kepadatan kendaraan. Salah satu skenario yang disiapkan adalah penerapan contraflow jika arus kendaraan menuju Cikampek mulai meningkat signifikan.

Persiapan penerapan contraflow dilakukan beberapa jam sebelum kebijakan diberlakukan berdasarkan analisis data dari Command Center.

Contraflow ini dipersiapkan, diantisipasi tiga jam sebelum diskresi itu dilakukan,” kata Dedi.

Pengawasan arus mudik tahun ini juga diperkuat dengan penggunaan teknologi pemantauan lalu lintas. Polri mengoperasikan drone untuk memantau titik-titik jalur mudik yang tidak terjangkau kamera pengawas.

Drone tersebut terhubung dengan command center mobile yang dapat memantau kondisi lalu lintas secara dinamis di lapangan.

Drone juga penting. Tadi ada dua jenis drone yang dipakai oleh lalu lintas,” ujar Dedi.

Ia menilai kesiapan pengelolaan arus mudik tahun ini lebih matang berkat dukungan teknologi pemantauan yang lebih lengkap. Personel patroli lalu lintas juga telah dilengkapi kamera tubuh atau bodycam untuk membantu pengawasan di lapangan.

“Menurut saya jauh lebih siap. Selain teknologi command center mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kami juga menggunakan drone ETLE,” kata Dedi.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |