Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih pada Pemilu 2029, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda

13 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Barat melakukan langkah strategis menyongsong kontestasi politik di Pemilu 2029. Memanfaatkan momentum gelaran akbar PKB Jabar Fest yang akan dilaksanakan pada Ahad (14/6/2026) di Youth Centre Arcamanik, Kota Bandung, PKB Jabar siap mengukuhkan ribuan pengurus muda dari seluruh pelosok wilayah.

Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, mengungkapkan perhelatan politik 2029, konstelasi pemilih diproyeksikan bakal didominasi oleh generasi muda dari kalangan milenial dan Gen Z. Menurutnya pembacaan serta respons terhadap aspirasi dan kepentingan pemilih muda hanya akan berjalan tepat dan efektif jika diarsiteki langsung oleh para pengurus yang juga berasal dari kalangan muda.

"Anak muda itu paling tahu cara berkomunikasi dengan sesama anak muda. Kalau pemilih di 2029 nanti mayoritas diisi Gen Z dan milenial, maka tidak ada cara lain selain memercayakan mesin partai ini dipegang oleh anak muda juga. Kami tidak ingin sekadar mengeklaim rumah anak muda, tapi kami berikan kunci dapurnya langsung kepada mereka," ujar Huda dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Agenda pelantikan atau inagurasi massal ini akan melibatkan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) yang mengomandoi struktur partai di level kecamatan. Saat ini, tercatat ada sekitar 627 DPAC PKB yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Menariknya, seluruh jajaran kepengurusan tersebut kini diisi oleh anak-anak muda, menyusul adanya kebijakan berani dari DPW PKB Jawa Barat yang membatasi usia maksimal pengurus DPAC di angka 35 tahun.

Huda mengakui bahwa penerapan pembatasan umur ini bukanlah perkara mudah dan sempat memicu resistensi dari sejumlah aktivis senior di internal partai. Kendati demikian, melalui pendekatan persuasif, kebijakan tersebut akhirnya dapat diterima demi menjamin keberlanjutan regenerasi partai. Struktur organisasi perlu melakukan adaptasi atau adjustment dengan situasi kekinian agar dinamika di masyarakat dapat direspons secara cepat oleh energi progresif anak-anak muda.

"Awalnya banyak senior yang gelisah dan ragu. Itu wajar. Tapi saya yakinkan, politik hari ini butuh sat-set dan kecepatan adaptasi. Anak-anak muda usia di bawah 35 tahun ini punya energi itu. Mereka bukan menyingkirkan yang senior, melainkan melanjutkan tongkat estafet perjuangan dengan cara-cara baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman," tambah Huda.

Terbentuknya gerbong kepengurusan baru di 627 kecamatan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses rekrutmen yang sangat ketat. PKB Jabar menerapkan proses uji kelayakan (fit and proper test) untuk memastikan setiap anak muda memiliki kesadaran penuh atas pilihan politik mereka.

Hasil uji kelayakan tersebut menunjukkan fakta menarik bahwa mayoritas anak muda ini memilih berpartai bukan sekadar demi mengejar kekuasaan melalui Pemilu, melainkan karena kesadaran bahwa partai politik merupakan ruang strategis yang memiliki daya jangkau besar untuk berkiprah demi kepentingan masyarakat luas.

"Banyak yang mengira anak muda zaman sekarang apatis pada politik. Lewat uji kelayakan kemarin, kami justru menemukan kenyataan sebaliknya. Mereka rindu terlibat dalam perubahan publik. Mereka sadar, mengkritik dari luar saja tidak cukup, mereka ingin masuk ke dalam sistem untuk membawa manfaat nyata bagi orang banyak," tegas Huda.

Melalui perhelatan PKB Jabar Fest yang juga akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar ini, PKB Jabar ingin menegaskan pesan kuat kepada publik. Inagurasi DPAC ini diposisikan sebagai tonggak kesiapan serta mesin penggerak utama bagi ribuan pengurus muda di tingkat akar rumput untuk mengonsolidasikan kekuatan dan memenangkan PKB pada Pemilu 2029 mendatang.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |