Pascakarhutla, Kawasan Bromo Kembali Dibuka untuk Wisatawan

7 hours ago 17

Mobil pengangkut wisatawan melintasi kawasan yang terdampak kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Setelah 13 hari ditutup akibat karhutla, kawasan Bromo kembali menerima wisatawan. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Jejak karhutla masih terlihat di sejumlah titik setelah api berhasil dipadamkan melalui operasi terpadu. Kawasan wisata Bromo kembali dibuka setelah petugas memastikan kondisi lokasi cukup aman bagi pengunjung. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Wisatawan kembali memasuki kawasan TNBTS setelah penutupan selama 13 hari akibat karhutla. Pembukaan kembali kawasan dilakukan secara bertahap setelah proses pemadaman dan pemeriksaan lapangan selesai dilakukan. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Bekas kebakaran terlihat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, total lahan yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS mencapai 1.121,66 hektare. Meski kawasan Bromo telah kembali dibuka untuk wisatawan, petugas masih melakukan pembasahan dan pendinginan di sejumlah area. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah kebakaran berhasil dipadamkan. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis (20/8/2026) setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan melalui operasi terpadu selama 13 hari. Mobil pengangkut wisatawan kembali melintasi kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Sebelum pembukaan, petugas melakukan pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan kawasan aman bagi pengunjung. Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, karhutla di kawasan TNBTS berdampak pada 1.121,66 hektare lahan.

Meski kawasan wisata telah dibuka, petugas masih melakukan pembasahan dan pendinginan di sejumlah area untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |