REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren mempertanyakan program Departemen Pertahanan AS atau Pentagon untuk mendatangkan para profesional bergaji tinggi dari Wall Street dan perusahaan teknologi ke dalam proses pengadaan serta investasi pertahanan. Ia memperingatkan program itu dapat menimbulkan konflik kepentingan, praktik pintu putar antara pemerintah dan korporasi, hingga risiko terhadap keamanan nasional.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Warren dalam surat yang dikirim pada Selasa malam kepada Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg dan Direktur Office of Strategic Capital (OSC) David Lorch. Surat yang pertama kali diperoleh CNBC itu memuat hampir tiga lusin pertanyaan mengenai proses perekrutan, status kepegawaian, aturan etika, pemeriksaan latar belakang, dan penggunaan anggaran program.
Sorotan Warren terutama tertuju pada program Business Operators for National Defense (BOND) yang dibentuk Pentagon pada Februari 2026. Program tersebut dirancang untuk memasukkan profesional sektor swasta ke dalam proses pengadaan pertahanan dan pengalokasian modal bagi industri yang dianggap strategis bagi keamanan Amerika Serikat.
“Saya telah lama memiliki kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan, penyalahgunaan praktik ‘pintu putar’ (revolving door), dan masalah keamanan nasional dalam proses pengadaan Departemen Pertahanan,” kata Warren, senator Partai Demokrat dari Massachusetts, dalam surat tersebut.
“Sekarang saya prihatin tentang implikasi keamanan nasional dan masalah korupsi yang ditimbulkan oleh inisiatif BOND Departemen Pertahanan dan tim investor Wall Street, dan mendesak Departemen Pertahanan untuk menerapkan pengamanan dan pengawasan yang diperlukan untuk sepenuhnya mengatasi kekhawatiran ini.”
Gaji Lebih dari Rp7,2 Miliar Setahun
Selain program BOND, Office of Strategic Capital disebut berupaya menarik bankir, investor, dan profesional keuangan dari sektor swasta. Berdasarkan laporan The New York Times dan The Wall Street Journal, Pentagon menawarkan kompensasi lebih dari 400 ribu dolar AS per tahun.
Dengan kurs Rp18.087 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp7,23 miliar per tahun, atau lebih dari Rp602 juta per bulan. Paket perekrutan itu juga disebut menawarkan kesempatan membangun hubungan dengan pejabat tinggi pemerintah dan membuka akses terhadap sumber permodalan pada masa mendatang.
Penawaran tersebut membuat Warren mempertanyakan apakah para profesional yang direkrut akan bekerja sebagai pegawai pemerintah, penasihat, kontraktor, atau menggunakan bentuk hubungan kerja lainnya. Status itu akan menentukan aturan etika, kewajiban pengungkapan keuangan, dan pembatasan konflik kepentingan yang berlaku terhadap mereka.
Warren juga meminta Pentagon menjelaskan siapa saja yang telah atau akan direkrut dengan kompensasi tahunan mencapai 400 ribu dolar AS atau lebih. Ia ingin memastikan apakah para bankir dan investor tersebut akan tetap terikat pembatasan etika setelah meninggalkan pemerintahan.
Kekhawatiran itu berkaitan dengan praktik revolving door, yakni perpindahan pejabat atau profesional antara perusahaan swasta dan lembaga pemerintah yang mengatur atau berbisnis dengan perusahaan tersebut. Tanpa pengamanan yang kuat, seseorang dapat terlibat dalam penyusunan kebijakan atau keputusan investasi yang menguntungkan bekas perusahaan maupun calon tempat kerjanya setelah keluar dari pemerintahan.
sumber : Xinhua

18 hours ago
7
















































