Ancaman Rusia Menguat, Inggris Siapkan Mobilisasi 95 Ribu Veteran

17 hours ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris mulai menyiapkan skenario mobilisasi besar personel militer cadangan ketika kekhawatiran terhadap ancaman Rusia terus meningkat. Kementerian Pertahanan Inggris merancang latihan untuk menguji kemampuan negara tersebut memanggil kembali mantan personel militer apabila pecah konflik besar.

Latihan yang dijadwalkan berlangsung tahun depan itu akan melibatkan sebagian anggota strategic reserve atau cadangan strategis Inggris. Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 95 ribu mantan anggota angkatan bersenjata yang dalam kondisi tertentu masih dapat dipanggil kembali untuk bertugas.

Menteri Angkatan Bersenjata Louise Sandher-Jones mengatakan latihan tersebut akan menguji sistem mobilisasi dalam skala yang sudah lama tidak dilakukan Inggris.

Tujuannya bukan hanya mengetahui apakah mantan tentara dapat dihubungi, tetapi juga menguji bagaimana mereka dipanggil, diperlengkapi, dilatih kembali, dan ditempatkan ketika negara menghadapi keadaan darurat atau perang.

Rencana tersebut menjadi tanda terbaru bahwa London mulai melihat kemungkinan konflik besar di Eropa sebagai skenario yang harus dipersiapkan secara nyata, bukan lagi sekadar kemungkinan teoritis.

Namun, muncul persoalan mendasar. Pemerintah bahkan belum sepenuhnya mengetahui keberadaan sebagian veteran yang tercatat dalam daftar untuk dipanggil kembali.

Mantan Menteri Pertahanan Inggris sekaligus mantan Sekretaris Jenderal NATO George Robertson sebelumnya mengakui Kementerian Pertahanan telah kehilangan kontak dengan sejumlah veteran yang masuk dalam strategic reserve.

Robertson menyerukan agar pemerintah segera mengidentifikasi mereka yang masih "fit and willing" atau sehat dan bersedia untuk kembali bertugas.

Masalah tersebut muncul setelah bertahun-tahun Inggris mengurangi ukuran kekuatan militernya setelah berakhirnya Perang Dingin.

Pemerintah kini berupaya menghidupkan kembali strategic reserve dengan memperluas kemungkinan pemanggilan mantan personel. Berdasarkan aturan baru, batas usia pemanggilan veteran dinaikkan dari 55 menjadi 65 tahun. Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada musim semi 2027 bagi personel yang memenuhi ketentuan.

Perdebatan Welfare versus Warfare

Persiapan mobilisasi veteran berlangsung ketika pemerintahan Perdana Menteri Andy Burnham menghadapi tekanan mengenai seberapa besar Inggris harus mengalokasikan anggaran untuk pertahanan.

Perdebatan itu semakin panas setelah Burnham mengatakan keamanan nasional tidak boleh dibangun dengan mengorbankan jaminan sosial.

"Kami akan melakukan segala sesuatu untuk mendukung keamanan nasional, tetapi itu tidak boleh mengorbankan jaminan sosial," kata Burnham dalam sesi Prime Minister's Questions di House of Commons pada Rabu, 9 September 2026.

Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mempertanyakan mengapa pemerintah belum berkomitmen mengalokasikan tiga persen produk domestik bruto untuk pertahanan pada 2030.

Burnham mengatakan pemerintah akan menetapkan tanggal untuk mencapai angka tiga persen pada musim semi tahun depan. Pemerintah juga menyatakan target jangka lebih panjang adalah mencapai 3,5 persen PDB untuk pertahanan pada 2035.

Pernyataan mengenai "social security" itu segera dimanfaatkan lawan politik Burnham. Badenoch menilai ancaman keamanan yang dihadapi Inggris terlalu serius untuk menunggu. Partai Konservatif berpendapat pengeluaran kesejahteraan harus ditekan agar tersedia ruang lebih besar bagi anggaran pertahanan.

Burnham menolaknya. Menurut dia, memangkas sekitar empat miliar poundsterling dari bantuan perumahan seperti yang diusulkan kubu Konservatif berisiko mendorong ratusan ribu anak dan keluarga ke kondisi perumahan darurat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |