Perlawanan di Tepi Barat, Warga Palestina Baku Tembak dengan Pemukim Ilegal Israel

11 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Setidaknya satu pemukim Israel tewas dan tiga lainnya terluka dalam bentrokan dengan warga Palestina di dekat permukiman Havat Gilad, di Tepi Barat yang diduduki. Dua orang yang mengalami luka serius dievakuasi menggunakan helikopter, menurut juru bicara layanan darurat nasional Israel, MDA, dalam sebuah pesan di Telegram.

Insiden penembakan antara warga Palestina dan Israel di Tepi Barat yang diduduki ini bermula ketika sekelompok besar pemukim menyerbu desa Till dengan dalih sedang melakukan pendakian di wilayah tersebut.

Ini adalah wilayah Palestina, dan bentrokan ini merupakan rangkaian terbaru dari serangan serta provokasi berkelanjutan pihak Israel terhadap warga Palestina. Menurut sumber-sumber Palestina, para pemukim mulai melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah warga Palestina.

Salah satu informasi yang diterima Aljazirah, seorang pria Palestina berhasil merebut senjata milik petugas keamanan Israel—yang bertugas melindungi para pemukim—lalu mulai melepaskan tembakan.

Namun, berkaca pada serangan-serangan semacam ini, justru pihak pemukimlah yang bersenjata, memprovokasi warga Palestina, dan merampas tanah mereka. Terkadang, para pemukim ini datang dengan iring-iringan kendaraan dan mulai mendirikan tenda-tenda sementara yang kelak berubah menjadi permukiman ilegal Israel.

Dalam situasi seperti ini, militer Israel umumnya menghalangi warga Palestina yang terluka untuk mendapatkan pertolongan medis dengan cara mengepung wilayah di sekitar kota. Hal itulah yang sedang terjadi saat ini, di mana seluruh pos pemeriksaan menuju Tal telah ditutup. Kami juga mendapat kabar dari warga setempat bahwa helikopter telah dikerahkan, namun hanya untuk mengevakuasi warga Israel yang terluka.

Ini berarti warga Palestina yang terluka harus melewati serangkaian pos pemeriksaan yang sangat sulit dan dibatasi aksesnya sebelum bisa mencapai rumah sakit; itulah sebabnya kita sering melihat tingginya angka kematian dan korban luka di kalangan warga Palestina.

Sementara, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa empat warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka—tiga di antaranya dalam kondisi kritis—akibat serangan oleh pemukim Israel di kota Tell, sebelah barat daya Nablus.

Sebagaimana telah kami laporkan, para pemukim menyerang sejumlah rumah di kota tersebut dan melepaskan tembakan peluru tajam ke arah rumah-rumah itu pada pagi hari ini.

Menurut Kementerian Kesehatan, 86 warga Palestina telah tewas di berbagai wilayah Tepi Barat sejak awal tahun ini, termasuk 21 orang yang ditembak oleh para pemukim.

Sementara, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menuntut militer untuk bertindak dengan "tangan besi" terhadap desa yang ia sebut bertanggung jawab atas serangan penembakan mematikan di pos permukiman Havat Gilad di Tepi Barat yang diduduki.

"Pagi yang berat di dekat Pertanian Gilad," tulis Smotrich di platform media sosial X. "Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban tewas, mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka dalam serangan itu, serta merangkul para penduduk dan pejalan kaki."

"Saya menuntut IDF [militer Israel] bertindak dengan tangan besi terhadap desa tempat tinggal para pelaku pembunuhan beserta wilayah sekitarnya, serta memulihkan tata kelola dan daya gentar," tambahnya.

"Masyarakat di kawasan pertanian dan para perintis permukiman yang heroik merupakan benteng pertahanan Negara Israel. Kami akan terus memperkuat dan menghormati mereka atas keteguhan sikap mereka dalam mempertahankan keberadaan kita di Tanah Israel dari terorisme Arab."

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |