Tata Cara Puasa Sunah Asyura Lengkap dengan Niat dan Dalil

9 hours ago 14

Sejumlah warga membacakan doa dan selawat saat mengikuti burdah keliling kampung di Arab Melayu, Pelayangan, Jambi, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang diikuti seratusan warga dengan berjalan mengelilingi perkampungan tersebut bertujuan menolak bala dan menyambut menyambut masuknya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID,Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain menjadi amalan yang dicintai Rasulullah SAW, puasa ini memiliki nilai historis karena bertepatan dengan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Puasa Asyura merupakan ibadah sunah yang tidak menggantikan kewajiban puasa Ramadhan. Meski demikian, amalan ini memiliki keutamaan yang besar, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.

Rasulullah SAW bersabda:

وصيام يوم عاشوراء أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

Artinya: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Pelaksanaan puasa Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunah lainnya, yakni dimulai dengan niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Berikut tata cara melaksanakan puasa Asyura:

1. Berniat karena Allah SWT

Puasa Asyura diawali dengan niat yang dilakukan sebelum terbit fajar. Niat dilakukan di dalam hati dengan tujuan semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Berikut bacaan niat puasa Asyura: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.” 

2. Makan Sahur

Umat Islam dianjurkan untuk makan sahur sebelum memulai puasa. Sahur menjadi sumber tenaga untuk menjalankan ibadah sepanjang hari.

Rasulullah SAW bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari)

Di Masjid Nabawi, Madinah Al Munawarah, Muslim dari berbagai negara berbuka puasa pada hari Asyura yang jatuh pada Senin, 8 Agustus. Di Masjid Rasulullah itu, ajang buka puasa sunah yang kerap terselenggara pada setiap Senin dan Kamis menjadi lebih semarak.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |