UAD Kick-Off Program Pemberdayaan Desa Salam Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Program ini mengusung tema 'Pemberdayaan Desa Binaan Melalui Inovasi Pengelolaan Sampah dan Sosiopreneurship Menuju Rintisan Desa Wisata Berbasis Lingkungan.'

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026. Program ini dipimpin oleh Ir Okka Adiyanto sebagai ketua tim, dengan anggota Ir Utaminingsih Linarti.

Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Salam, Zuhanif, beserta jajaran pemerintah desa, serta perwakilan Kecamatan Salam, Harjono. Kehadiran berbagai unsur pemerintah tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Ir Okka Adiyanto menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian di Desa Salam bukanlah program yang baru dimulai pada tahun ini. Menurutnya, program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua tahun sebelumnya.

"Kegiatan pengabdian di Desa Salam ini bukan merupakan tahun pertama. Program tahun 2026 adalah kelanjutan, peningkatan, sekaligus penguatan dari berbagai program yang telah kami jalankan pada dua tahun sebelumnya. Harapannya, setiap tahun memberikan dampak yang semakin besar bagi masyarakat," ujar Okka.

Ia menjelaskan rangkaian kegiatan pengabdian akan berlangsung hingga Desember 2026. Berbagai subprogram telah disiapkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, di antaranya peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan sampah serta transformasi Tim Penggerak PKK menjadi kelompok pendukung ekonomi masyarakat melalui pengembangan kegiatan sosiopreneurship.

Menurut Okka, pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru yang dapat mendukung terwujudnya Desa Salam sebagai rintisan desa wisata berbasis lingkungan.

Selain melibatkan dosen, program ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa UAD melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan untuk mendampingi masyarakat dalam implementasi berbagai program yang telah dirancang.

"Kegiatan KKN Tematik ini menjadi istimewa karena selain memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, pelaksanaannya juga dapat direkognisi sebagai bagian dari mata kuliah di program studi masing-masing. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik sekaligus praktik lapangan yang relevan," jelasnya.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

Pada akhir sambutannya, Okka berharap pelaksanaan program tahun 2026 dapat mencapai seluruh target yang telah ditetapkan sehingga memperoleh hasil evaluasi yang baik dari Kemdiktisaintek.

"Program ini merupakan hibah pengabdian kepada masyarakat yang bersifat multi tahun dengan evaluasi setiap tahunnya. Kami berharap seluruh agenda yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik sehingga program ini dapat terus berlanjut dan memperoleh pendanaan hingga tiga tahun ke depan. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan bagi masyarakat Desa Salam akan semakin nyata dan berkelanjutan," katanya.

Melalui program ini, UAD kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |