Geliatkan Pariwisata Nglurah, Tim PkM USM Latih Pokdarwis Buat Tur Virtual Murah dan Brosur Cerdas

12 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Upaya mendongkrak potensi pariwisata daerah di era digital tidak melulu harus mengandalkan perangkat berharga mahal. Di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, atau yang lebih dikenal luas sebagai Kampung Sewu Kembang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat kini dibekali keterampilan merancang media promosi interaktif hanya bermodalkan smartphone.

Inovasi tersebut hadir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) USM Semarang yang mengusung tajuk "Pemberdayaan Pokdarwis melalui Pengembangan Media Promosi Berbasis Low-Cost 360° Photography dan Smart Brochure". Program strategis ini didanai penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari, yakni pada 15-16 Agustus 2026 ini, diselenggarakan di kediaman Bapak Bayan sekaligus Ketua Pokdarwis Sewu Kembang, Ismanto Hartono. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, sebanyak 10 orang peserta yang merupakan perwakilan pengelola dari berbagai objek wisata di Desa Nglurah tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan.

Program ini diinisiasi dan dipandu langsung oleh tim pengabdian yang diketuai oleh Pratama Angga Buana, bersama dua anggota dosen lainnya, yakni Ahmad Rifai, dan Dinar Anggit Wicaksana. Turut dilibatkan pula dua mahasiswa sebagai asisten pendamping, yaitu Jessica Elaine Utomo dan Nasywa Farahiya Prastiwi, guna memastikan praktik berjalan lancar.

Menyulap Smartphone Menjadi Kamera 360

Pada hari pertama, Sabtu (15/8/2026), kegiatan difokuskan pada pengenalan teknologi fotografi 360 derajat minim biaya (low-cost 360 photography). Selama ini, pembuatan konten Virtual Reality (VR) atau panorama 360 derajat identik dengan penggunaan action camera khusus yang harganya relatif menguras kantong.

Menyikapi kendala tersebut, Pratama Angga Buana selaku ketua tim memberikan solusi praktis. "Peserta kami edukasi bahwa smartphone yang mereka miliki sehari-hari bisa dimanfaatkan untuk mengambil gambar 360 derajat, asalkan perangkat tersebut dilengkapi dengan sensor gyroscope. Ini adalah terobosan promosi murah namun berdampak mewah," jelasnya dalam keterangannya yang diterima Republika, Jumat (21/8/2026).

Awalnya, mayoritas peserta mengaku belum familier dengan konsep tersebut. Namun, setelah tim mendemonstrasikan cara kerja aplikasi, raut kebingungan perlahan berganti menjadi antusiasme tinggi. Dalam sesi pendampingan praktik langsung, para peserta secara bergantian mencoba teknik pengambilan gambar memutar. Meski beberapa di antaranya masih tampak canggung dan hasil jepretan awal belum terlalu halus (smooth), pemahaman dasar dan penguasaan alat berhasil dicapai dengan baik pada akhir sesi.

Merancang Smart Brochure Berbasis Identitas Lokal

Memasuki hari kedua, Ahad (16/8/2026), pelatihan beralih pada tahap pengemasan visual melalui pembuatan Smart Brochure (brosur pintar) atau leaflet digital menggunakan aplikasi Canva. Pemilihan Canva didasari oleh antarmukanya yang ramah pengguna (user-friendly), sehingga sangat cocok bagi pengelola wisata yang tidak memiliki latar belakang keahlian desain grafis khusus.

Sebelum mengeksekusi desain, Dinar Anggit Wicaksana dan Ahmad Rifai memberikan arahan konseptual mengenai pentingnya topologi dan identitas visual (branding). Peserta diajak untuk menonjolkan ciri khas karakter Kampung Sewu Kembang ke dalam brosur.

Salah satu elemen penting yang ditekankan adalah penggunaan palet warna yang merujuk pada papan nama ikonik Kampung Sewu Kembang yang berdasar hitam. Identitas visual ini dinilai krusial agar lokasi tersebut memiliki daya lekat ingatan (brand recall) yang kuat di benak wisatawan.

"Dengan mengintegrasikan foto 360 derajat ke dalam brosur pintar berbasis sentuhan lokal ini, wisatawan tidak hanya membaca informasi, tetapi bisa merasakan langsung nuansa Kampung Sewu Kembang secara virtual sebelum mereka benar-benar berkunjung," kata Pratama.

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat yang didukung oleh Kemendiktisaintek ini, diharapkan Pokdarwis Sewu Kembang dapat semakin mandiri dalam mengelola strategi digital marketing-nya. Ke depannya, kemandirian promosi ini diyakini akan bermuara pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta kebangkitan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Tim pengabdian USM pun mengucapkan terima kasih kepada Kemdiktisaintek melalui program hibah Bima DPPM Dikti Tahun anggaran 2026 ini akhirnya dapat memberdayakan Pokdarwis Sewu Kembang untuk dapat berinovasi dan go digital memperkenalkan potensi wisata dan meningkatkan kunjungan wisatawannya melalui kemajuan teknologi.

"Semoga ke depannya dapat menjadi keberlanjutan di kegiatan berikutnya untuk semakin lebih baik kembali," ujar Pratama mengakhiri.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |