LRT Kelapa Gading-Manggarai Pangkas Perjalanan, Integrasi Antarmoda Terus Dikebut

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran LRT Jakarta hingga Manggarai mulai memberi pilihan perjalanan baru bagi warga dari kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya. Koridor sepanjang 12,2 kilometer itu memangkas perjalanan menuju Manggarai menjadi sekitar 28 menit tanpa terjebak kemacetan jalan raya.

Diah Ayu (27 tahun), warga Kelapa Gading, menjadi salah satu pengguna yang merasakan manfaat tersebut. Sebelumnya, perjalanan menuju kawasan tempatnya bekerja mengharuskannya berganti moda setelah mencapai Velodrome.

Kini, ia dapat langsung menggunakan LRT hingga Manggarai sebelum melanjutkan perjalanan dengan moda lain.

“Kalau ke Manggarai, saya bisa langsung ke Manggarai dan lanjut naik transportasi lain yang udah dekat dari kantor saya,” kata Diah kepada Republika, Rabu (16/9/2026).

LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai resmi beroperasi sejak Rabu. Jalur tersebut memiliki 11 stasiun, yakni Kelapa Gading, Boulevard Utara Summarecon Mal, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Pada tahap awal, layanan di segmen baru Velodrome–Manggarai masih dibuka terbatas di tiga stasiun, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai. Pemprov DKI melakukan evaluasi sebelum layanan penuh diterapkan.

Selama delapan hari pertama setelah peresmian, Pemprov DKI memberlakukan tarif khusus Rp8 per perjalanan. Setelah masa tersebut berakhir, tarif Kelapa Gading–Manggarai menjadi Rp5.000, sedangkan perjalanan Velodrome–Manggarai tetap Rp8 hingga tarif reguler definitif ditetapkan.

Diah berharap tarif setelah masa transisi tetap terjangkau. Menurut dia, harga tiket akan ikut menentukan apakah masyarakat menjadikan LRT sebagai pilihan perjalanan harian.

“Tarif yang lebih cocok itu sebaiknya jangan melebihi tarif MRT, karena rutenya juga belum sepanjang MRT. Rp7.000 lah, Rp7.500 lah ya,” ujar dia.

Manfaat serupa dirasakan Catur Sigit Nugroho. Anggota Tim Inklusi Disabilitas Kementerian Perhubungan itu menilai tersambungnya LRT hingga Manggarai dapat memangkas waktu perjalanan dari Kelapa Gading menuju pusat Jakarta.

“Membantu ya, terutama untuk daerah-daerah yang macet. Dari Velodrome sampai ke Manggarai kan itu memang melewati daerah macet. Tapi kalau nanti sampai Dukuh Atas itu akan lebih bagus lagi,” kata Catur.

Berdasarkan pengalamannya, perjalanan Kelapa Gading–Manggarai dapat ditempuh sekitar 28 hingga 30 menit. Waktu perjalanan dinilai lebih mudah diperkirakan dibanding menggunakan kendaraan di jalan raya.

Dari sisi aksesibilitas, Catur juga mengapresiasi keberadaan ramp di stasiun yang memudahkan pengguna kursi roda, termasuk kursi roda listrik.

Menurut dia, manfaat LRT akan semakin terasa apabila jaringan tersebut terus diperpanjang dan benar-benar tersambung dengan moda lain di pusat kota.

Manggarai Jadi Simpul Penting

Pemprov DKI memang menempatkan Manggarai sebagai salah satu simpul utama integrasi transportasi Jakarta. Kawasan tersebut telah dilayani KRL Commuter Line, Kereta Bandara, Transjakarta, Transjabodetabek, dan kini LRT Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pengembangan LRT merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik.

“Hari ini menjadi tonggak penting penguatan transportasi publik Jakarta. LRT Kelapa Gading–Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, dan total investasi sekitar Rp12,1 triliun ini sepenuhnya didukung APBD DKI Jakarta,” kata Pramono.

Namun, integrasi fisik antarmoda di Manggarai masih belum sepenuhnya selesai.

Berdasarkan pantauan Republika, pengguna yang ingin berpindah dari Stasiun LRT Manggarai menuju halte Transjakarta maupun Stasiun Manggarai masih harus keluar dan melalui akses di permukaan.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin mengatakan jalur penghubung langsung sedang diselesaikan bersama PT KAI.

“Kita finalkan mudah-mudahan akhir bulan ini selesai, sehingga masyarakat berpindah moda lebih nyaman dan aman,” kata Iwan.

Sebelumnya, Jakpro juga menyatakan sambungan langsung antara LRT dan kawasan Stasiun Manggarai ditargetkan dapat beroperasi pada September 2026.

Jalur penghubung tersebut nantinya akan memperpendek perpindahan pengguna dari LRT menuju Transjakarta maupun KRL tanpa harus kembali ke jalan di permukaan.

Pemprov DKI juga telah menyiapkan kelanjutan jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Koridor itu direncanakan terintegrasi dengan MRT, KRL, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun,” kata Pramono.

Pengembangan berikutnya juga disiapkan menuju JIS, Ancol, Jakarta Kota, serta Halim. Pemprov membuka peluang dukungan pembiayaan, termasuk melalui Danantara, untuk melanjutkan pembangunan jaringan tersebut.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |