REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polri memastikan telah menangkap dan mendeportasi seorang warga Palestina atas nama Abdul Karim Raed Miqdad (AKRM) ke Nicosia-Siprus. Namun NCB Polri menegaskan, AKRM bukanlah seorang ustaz atau pakar keagamaam Islam yang selama ini diklaim juga sebagai aktivis ke-Palestina-an di Indonesia.
Sekretaris NCB Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Untung Widyatmoko mengatakan, AKRM yang ditangkap interpol pada Kamis (16/7/2026) merupakan salah satu pelaku tindak pidana yang diburu oleh kepolisian internasional.
AKRM, kata Untung menjelaskan masuk dalam red notice, atau buronan internasional sejak 10 Juni 2026. “Interpol red notice tidak akan terbit bila subjek yang diburu berkaitan dengan politik, agama, hak asasi manusia, militer, dan rasial,” begitu kata Untung kepada Republika, pada Rabu (22/7/2026). Dan Divisi Hubungan Internasional Polri, tak mungkin menangkap dan mendeportasi warga Palestina di Indonesia yang dilabeli sebagai alim ulama.
“Mosok ustaz diburu? Politikus diburu? Ya jelas nggak akan terbit red notice-nya. Yang jelas, seseorang kalau sudah keluar red notice-nya, itu melalui verifikasi yang sangat ketat,” ujar Untung. Dan terkait penangkapan serta pendeportasian AKRM setelah terbit red notice, juga diketahui nama tersebut ada keterkaitannya dengan kegiatan ilegal.
“Jaringan perannya jelas yang bersangkutan (AKRM) sebagai pelaku,” kata Untung. Dia menerangkan, AKRM yang ditangkap dan dideportasi oleh NCB Polri setelah diketahui masuk ke Indonesia melalui data perlintasan imigrasi di Jakarta.
“Interpol red notice-nya terbit pada tanggal 10 Juni 2026 dan diketahui yang bersangkutan memasuki wilayah Indonesia dari Kuala Lumpur-Malaysia,” ujar Untung. Dan dari komunikasi lintas interpol, otoritas keamanan di Malaysia, pun sudah melakukan penangkapan, serta pendeportasian sejumlah nama yang ada kaitannya dengan AKRM.
“Jaringan yang bersangkutan di Malaysia-nya juga sudah dilakukan penangkapan terlebih dahulu,” ujar Untung. NCB Interpol, pun punya dasar kepastian administrasi terang terbitan Kementerian Hukum di Siprus pada Mei 2026 yang menjelaskan AKRM terlibat dalam peristiwa pidana di Nicosia.
“Kami melakukan deportasi karena potensi ancaman di DN (dalam negeri) dan tentu sesuai prosedur sebagai negara anggota interpol yang mana terdapat arrest warrant dan penetapan tersangka oleh Kepolisian Cyprus,” terang Untung.
Dia menambahkan, AKRM yang ditangkap dan dideportasi oleh NCB Polri punya jaringan yang luas di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dan dinilai sebagai kelompok berbahaya. “Peta jaringan selnya dari yang bersangkutan sangat jelas di Asia Tenggara, namun klasifikasinya restricted. Hal ini tentu tidak dapat diberikan secara transparan,” sambung Untung.
Dari dokumentasi penangkapan dan pendeportasian oleh NCB Polri terhadap AKRM tampak perbedaan jauh dengan Sheikh Miqdad yang selama ini diyakini sebagai aktivis, ataupun pendakwaan asal Palestina di Indonesia. Dokumentasi yang Republika peroleh, terlihat AKRM mengenakan kaos oblong hijau terang, celana hitam, berkacamata, dan mengenakan jam tangan pada lengan bagian kirinya. AKRM dengan kondisi perawakan kurus, berambut warna kuning-keputih-putihan.
Dalam dokumentasi itu, AKRM terlihat sedang membaca sebuah kertas putih sambil berdiri, dengan seorang petugas yang sedang mengitung tumpukan uang dolar dan Rupiah (Rp). Dalam dokumentasi lainnya, AKRM dengan perawakan serupa dibawa oleh petugas interpol menaiki pesawat jet tanpa diborgol.
“Abdulkarim Miqdad menaiki pesawat. Yang bersangkutan pakai celana pendek hitam kaos hijau,” begitu penjelasan dokumentasi penangkapan AKRM tersebut. NCB Polri menangkap AKRM di sebuah hotel di bilangan Jakarta Barat (Jakbar). Dan sebelum ditangkap, AKRM diketahui sempat memindah-mindah lokasi tinggal sampai lima kali dalam sehari.
Sementara Sheikh Miqdad yang selama ini dikenal sebagai aktivis dan alim asal Palestina di Indonesia, kerap berpenampilan laiknya seorang yang agamis. Dari beberapa dokumentasi yang Republika temui, Sheikh Miqdad kerap berpenampilan agamis dengan jubah putih, berpeci-kupluk putih, ataupun berbatik.
Namun paling signifikan, Sheikh Miqdad yang diketahui publik di Indonesia selama ini punya perawakan tinggi dan berbadan gempal, dan memiliki kumis dengan jambang yang menyatu di seluruh bagian rahang luar sampai dagunya.

15 hours ago
11

















































