REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS — Otoritas pengadilan di Tunisia memperpanjang penahanan terhadap empat aktivis Palestina. Mereka yang masih dalam penahanan di antaranya Wael Naouar, Ghassan Boughdiri, Nabis Chnnaoufi, dan Ghassan Boughdiri atau yang dikenal sebagai Sumud-4. Para tahanan itu hingga kini memasuki masa sebulan aksi mogok makan di sel penahanan dan dikabarkan dalam keadaan memprihatinkan.
Sumud-4, merupakan penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) dari Sumud Maghribi. Mereka ditangkap oleh kepolisian dan dinas intelijen di Tunisia sejak tahun lalu. Hingga kini mereka sudah mendekam di sel tahanan selama sepuluh bulan. GSF melaporkan penahanan terhadap keempatnya dilakukan tanpa pendakwaan hingga kini. Pada Jumat (11/9/2026) GSF melaporkan otoritas pengadilan memperpanjang masa penahanan terhadap keempatnya selama empat bulan.
“Sumud-4 kini menghadapi kemungkinan penahanan oleh pengadilan hingga 14 bulan. Sementara jaksa penuntut umum negara mengulur-ulur penyelidikan dan tidak mengahsilkan pembuktian pelanggaran hukum yang kredibel,” begitu tulis GSF melalui siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Rabu (16/9/2026). GSF melaporkan, sejak bulan lalu, para pegiat aktivisme Palestina di Tunisia itu melakukan mogok makan di sel tahanan sebagai bentuk protes atas tuduhan yang tak kunjung adanya pembuktian.
Wael Naouar sudah memasuki 30 hari mogok makan. Pada 8 September lalu, Naouar mengalami kritis setelah jatuh pingsan di sel tahanan dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Charles Nicolle. “Wael Naouar mengalami gangguan irama jantung yang mengancam jiwa, kesulitan bernafas, nyeri perut yang hebat, kelelahan ekstrem, pendengungan keras di bagian telinga, dan tidak mampu untuk berjalan tanpa bantuan,” begitu laporan GSF. Selama perawatan Wael Naouar menolak untuk perawatan infus demi mempertahankan aksi mogok makan.
Dia hanya bersedia menerima bantuan oksigen untuk pernafasan demi mempertahankan aksi mogok makannya sebelum dikembalikan ke penjara,” begitu lapor GSF. Sedangkan Ghassan Henchiri dilaporkan mengalami nyeri fisik yang memaksanya tak bisa tidur. “Henchiri sangat membutuhkan tindakan operasi, namun pihak berwenang berkali-kali menolak pemberian pemeriksaan rutin USG yang diperlukan untuk prosedur medis,” begitu lapor GSF.
Dalam kondisi tersebut, Henchiri bersama Nabil, dan Ghassan sesama tahanan Sumud-4 mengikuti langkah Wael untuk sama-sama melakukan aksi mogok makan selama di sel tahanan. “Sumud-4 yang ditahan oleh otoritas pengadilan dan pemerintah Tunisia tersebut dalam tuntutan kolektif dan tanpa kompromi untuk pembebasan serta pembatalan semua status hukum,” begitu laporan GSF.
Tuduhan kejahatan keuangan
Sumud-4 para pegiat aktivisme Palestina di Tunisia dan di kawasan Afrika Utara. Keempatnya terlibat sebagai penyelenggara misi pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla menembus blokade Gaza dari Tunisia, pada September 2025 lalu. Selepas konvoi akbar melalui Laut Mediterania itu, otoritas keamanan Tunisia menangkap keempatnya. Hingga kini keempatnya masih mendekam di sel tahanan, namun tak kunjung dilakukan pendakwaan ke pengadilan.
Akan tetapi saat penangkapan dilakukan, otoritas keamanan menyampaikan keempat aktivis tersebut ditangkap karena terlibat dalam pelanggaran penggunaan keuangan untuk kegiatan yang ilegal. Keempatnya dituding menghimpun dana dari masyarakat untuk kegiatan aktivisme Palestina di Tunisia, termasuk dalam kegiatan pelayaran kemanusian menembus blokade Gaza. “Kasus yang diajukan oleh negara didasarkan pada pelanggaran keuangan,” begitu tulis GSF.
Akan tetapi GSF menegaskan, realitas penggunaan dana publik untuk kegiatan aktivisme Palestina di Tunisia, pun dalam menyokong misi kemanusian ke Gaza bertolak belakang dengan tuduhan-tuduhan yang didalilkan otoritas Tunisia. “Misi Flotilla merupakan inisiatif sipil kemanusian yang sepenuhnya bersifat publik dan nonkomersial. Dana dihimpun melalui kampanye dan penggalan dana terbuka yang didukung oleh masyarakat, dan disalurkan melalui misi tersebut, “ begitu tulis GSF.
GSF memasukan aset-aset fisik seperti pengadaan kapal-kapal, dan sistem navigasi yang digunakan dalam misi kemanusian Flotilla terverifikasi. Dan GSF memastikan tak ada penggunaan, ataupun penyaluran himpunan dana yang dilakukan melalui rekening, ataupun akun perbankan pribadi. Pun tak ada pelibatan, ataupun proses komersialisasi untuk menangguk keuntungan, dan penerima manfaat yang disembunyikan.

9 hours ago
10

















































