REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Militer Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza pada Kamis waktu setempat. Pelanggaran dilakukan melalui serangan artileri, tembakan senjata, serta operasi penghancuran bangunan di sejumlah wilayah kantong Palestina tersebut, sembari memperluas zona penyangga di bagian timur Kota Gaza.
Dua orang syahid dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah pesawat nirawak Israel menghantam kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada hari Kamis, menurut keterangan Pertahanan Sipil Gaza. Empat orang lainnya syahid dalam serangan di lokasi lain di wilayah tersebut.
Rumah sakit di Gaza mengonfirmasi telah menerima jenazah enam orang yang syahid. Dua di antaranya tewas ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam halaman sebuah rumah di kawasan Batn as-Sameen, Khan Younis, di wilayah selatan Gaza; demikian disampaikan sumber medis kepada kantor berita Anadolu. Jenazah para korban dibawa ke Rumah Sakit Nasser.
Serangan Israel lainnya menghantam sebuah jalan yang ramai di Kota Gaza pada hari Kamis, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, tambah sumber tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa setidaknya delapan orang tewas dalam kurun waktu 24 jam, sementara 17 orang lainnya terluka. Pihak kementerian tidak memberikan informasi tambahan mengenai kronologi jatuhnya korban.
Pada Rabu, serangan Israel terhadap kendaraan bantuan kemanusiaan yang mengangkut barang dari perlintasan Karem Abu Salem (yang dikenal sebagai Kerem Shalom oleh pihak Israel) menuju sebuah gudang di Gaza menewaskan satu orang. World Central Kitchen (WCK), salah satu organisasi utama yang menyalurkan makanan bagi warga Palestina yang membutuhkan, menyatakan bahwa pengemudi kendaraan tersebut—yang diidentifikasi sebagai Ahmad Nasser Saleem—gugur.
"Pengiriman bantuan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran serangan," ujar WCK dalam sebuah pernyataan. Mereka menambahkan bahwa pihaknya telah menghubungi keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa, serta menuntut pertanggungjawaban penuh dari Israel atas serangan tersebut.
Palestine Chronicle mengutip sumber-sumber lokal menyebutkan, drone quadcopter dan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif ke lingkungan Al-Tuffah. Pada saat yang sama, artileri Israel membombardir kawasan timur Kota Gaza disertai operasi pembongkaran dan penghancuran bangunan.
Sumber yang sama mengatakan, pasukan Israel memperluas wilayah yang mereka tetapkan sebagai "zona kuning" di Al-Tuffah di bawah gempuran tembakan. Langkah itu menyebabkan sejumlah keluarga Palestina terjebak di dalam kawasan tersebut.
Di Gaza bagian tengah, tank-tank Israel melepaskan tembakan secara intensif ke arah timur laut Kamp Pengungsi Al-Bureij. Sementara itu, kapal perang Israel menembaki kawasan pesisir di sebelah barat Khan Younis, Jalur Gaza selatan.
Meski gencatan senjata masih berlaku, militer Israel terus melanjutkan operasi militernya melalui serangan udara, tembakan artileri, penghancuran bangunan, serta serangan ke wilayah-wilayah yang menjadi tempat perlindungan warga Palestina yang mengungsi.
Pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, barang-barang komersial, serta perjalanan warga sipil juga masih diberlakukan.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu menyatakan, rumah-rumah sakit di seluruh Jalur Gaza menerima jenazah delapan warga Palestina dan merawat 17 korban luka dalam 24 jam terakhir.
Kementerian menambahkan, masih ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan maupun berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh ambulans dan tim pertahanan sipil.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, sebanyak 1.084 warga Palestina terbunuh dan 3.491 lainnya terluka. Sementara itu, 799 korban dilaporkan telah pulih dari luka-lukanya.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.110 orang. Adapun jumlah korban luka mencapai 173.599 orang.

18 hours ago
16
















































