REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Gelombang ke-50 serangan rudal Iran ke Israel dilaporkan berlangsung lebih dari 12 jam mulai dari wilayah selatan dan tengah hingga ke utara. Pemerintah Zionis berupaya keras menyembunyikan dampak kerusakan akibat serangan-serangan itu sementara serangan roket Hizbullah melintasi perbatasan juga terus berlanjut.
Aljazirah melansir, salah satu insiden paling signifikan dalam beberapa jam terakhir terjadi di Eilat, jauh di selatan, di mana sebuah munisi tandan menghantam kota tersebut dan tersebar di beberapa lokasi. Setidaknya 10 lokasi melaporkan kerusakan akibat rudal, dan terdapat banyak korban luka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.
Sensor pemberitaan oleh pemerintah Israel pada awalnya mencoba menyembunyikan informasi tersebut, namun akhirnya terungkap. Hal ini karena kota Aqaba di Yordania terletak tepat di seberang Israel dan penduduk di sana menyaksikan serangan tersebut, merekamnya, dan mengunggah rekamannya – dan informasi pun tersebar.
Koresponden Aljazirah juga melaporkan, satu-satunya alasan kehancuran di Eilat terungkap adalah karena orang-orang berhasil membongkar tabir kerahasiaan sensor militer. Tidak ada cara untuk menyembunyikan semua lokasi dampak dengan kerusakan di 10 wilayah berbeda di kota strategis tersebut.
Serangan-serangan yang terus berlanjut seperti ini benar-benar menimbulkan banyak tekanan pada masyarakat Israel. Di Israel utara, sirene berbunyi setiap 30 menit.
Fragmen rudal Iran juga jatuh di daerah dekat Tel Aviv di Israel tengah setelah sistem pertahanan udara mencegat proyektil yang masuk. Channel 12 Israel melaporkan puing-puing mendarat di kota Lod dan Ness Ziona dekat Tel Aviv setelah intersepsi rudal yang diluncurkan dari Iran.
Sirene serangan udara terdengar di beberapa wilayah di Israel tengah dan selatan ketika ledakan terdengar dari upaya intersepsi, tambah saluran tersebut. Penyiar mengatakan polisi dan kru darurat dikirim ke lokasi di mana puing-puing jatuh untuk menilai kerusakan.
Ledakan keras terdengar di Yerusalem dan Tepi Barat, dan pecahan rudal jatuh di wilayah Masafer Yatta di Palestina setelah rudal Iran dicegat, kata para saksi mata kepada kantor berita Anadolu.
Laporan mengenai kerusakan akibat rudal juga sempat muncul dari tempat-tempat seperti Lod, Bnei Brak dan Ramla. Di Ramla, sempat muncul laporan terjadinya kebakaran di pusat kota menyusul gelombang serangan Iran.
Namun tak lama kemudian Radio Angkatan Darat Israel menghapus unggahannya di X. Hal serupa dilaporkan Channel 12 yang kemudian melaporkan bahwa “api tidak terjadi karena pecahan intersepsi dan terjadi sebelum alarm dibunyikan”.
Kerusakan yang terkonfirmasi adalah di Holon, tempat kebakaran terjadi, dan dua orang berusia 80 tahun telah dibawa ke rumah sakit, satu karena luka akibat pecahan kaca, dan satu lagi karena menghirup asap.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan mereka telah melancarkan “gelombang ke-50” operasi terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut. Operasi ini “dilakukan terhadap pangkalan tentara teroris AS” di Uni Emirat Arab: Al-Dhafra dan Fujairah, Bahrain: Juffair dan Armada Angkatan Laut Kelima, Kuwait: Ali Salem dan Yordania: al-Azraq, demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir kantor berita Fars Iran.
Mereka juga menargetkan “radar peringatan dini yang terletak di wilayah yang memainkan peran perlindungan bagi rezim Zionis [Israel]”, bunyi pernyataan itu.
Bukan Israel saja yang berupaya membungkam laporan soal dampak serangan Iran.

10 hours ago
5









































