Dompet Dhuafa Kirim 31 Relawan Pendidikan ke Lokasi Pengungsian di Sumatra

1 week ago 26

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa (DD) menugaskan sebanyak 31 relawan pendidikan ke daerah bencana Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Selama di lokasi bencana, mereka akan memastikan bahwa banjir dan longsor tidak merenggut masa depan anak-anak terdampak.

Deputi Direktur I Dompet Dhuafa Mulyadi Saputra mengatakan, pihaknya juga akan memberangkatkan tiga volunteer Relawan Respons Darurat Pendidikan (RDP) ke tiga provinsi tersebut pada Sabtu (27/12/2025) mendatang. Ketiganya adalah Riki Hardiansyah (Aceh), Asep Ihsanuddin (Sumatra Utara), dan M Shirli Gumilang (Sumatra Barat).

"Dompet Dhuafa hari ini akan melepas relawan khusus pendidikan untuk memastikan bahwa hak-hak asasi pendidikan anak-anak di tiga daerah itu tetap terjaga," ujar Mulyadi dalam jumpa pers mengenai agenda Peluncuran 31 Relawan Respons Darurat Pendidikan di Gedung Filantropi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/12/2025).

Bencana banjir bandang di Pulau Sumatra tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga mengguncang kondisi psikososial siswa dan guru. Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Great Edunesia menerjunkan tim RDP ini dengan membawa tujuh program intervensi utama untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

Program-program tersebut mencakup pendirian sekolah darurat, distribusi perlengkapan sekolah, serta program Sekolah Ceria untuk mengembalikan senyum anak-anak. Selain itu, relawan juga dibekali kemampuan Psychological First Aid (PFA) untuk pemulihan trauma, layanan vokasi, renovasi sekolah, hingga Kelas Literasi Kreatif Kebencanaan.

"Jadi kami fokusnya ke beberapa hal. Untuk awal-awal, kita fokus ke sekolah ceria dulu. Walaupun penyintas, kita ingin mereka tetap ceria. Kita ingin tetap menghidupkan harapan mereka," ucapnya.

Ia menjelaskan, Dompet Dhuafa sudah ada di 38 provinsi, sehingga program pendidikan dalam penanganan penyintas ini juga melibatkan relawan daerah yang sudah terlatih.

"Maka kita ingin kawinkan antara relawan lokal di sana dengan relawan dari pusat," ucapnya.

Sebelum berangkat, ketiga relawan RDP itu dibekali dengan Modul Ajar KLiK Kebencanaan, yang dirancang sebagai panduan praktis bagi relawan dan pendidik lokal dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang adaptif di situasi krisis.

Selain itu, mereka juga diberikan jaket relawan secara simbolis oleh General Manager Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa, Bobby P Manullang. Dalam kesempatan ini, Bobby berharap, misi ini menjadi langkah awal yang kuat untuk memulihkan denyut nadi pendidikan di wilayah terdampak.

Ia pun berpesan kepada relawan pendidikan Dompet Dhuafa untuk menumbuhkan empati, menjaga mental, serta menjadi relawan yang bermanfaat dalam membantu anak-anak penyintas.

"Rasulullah sudah pesankan kepada kita semua bahwa orang yang paling baik adalah orang yang paling besar manfaatnya, bukan ibadahnya," kata Bobby.

Sementara itu, Ketua RDP Great Edunesia Dompet Dhuafa yang akan berangkat langsung ke lokasi, M Shirli Gumilang mengungkapkan, para relawan pendidikan ini ditargetkan bisa menjalankan program sekolah darurat dan sekolah ceria ini di empat titik untuk masing-masing provinsi.

"Jadi 31 relawan sudah standby di lokasi bencana. Dan insya Allah kami bertiga akan berangkat ke lokasi bencana di tanggal 27 sampai kemudian 14 hari ke depan, sampai tanggal 9 Januari," jelas Shirli.

Menjelang akhir tahun ini, ia pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menyalurkan bantuannya ke Aceh, Sumut dan Sumbar. Sebab, menurutnya, bantuan ke lokasi yang terimbas banjir bandang itu tampak sudah mulai melandai.

"Sumatra masih membutuhkan kita. Bukan hanya pendidikan saja, tapi saya kira semua sektor Sumatra masih membutuhkan kita," ucapnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |