Pemukim Ilegal Yahudi Menggila di Tepi Barat

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Penyerangan yang dilakukan pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat terhadap warga Palestina menggila belakangan. Kejadian-kejadian ini menyoroti eskalasi kekerasan terbaru di wilayah jajahan tersebut.

Palestine Chronicle melaporkan pada Ahad, tujuh warga Palestina terluka dalam serangkaian serangan yang dilakukan oleh pemukim ilegal Israel di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut sumber medis dan laporan lokal. 

Di desa Jalud, tenggara Nablus, tiga warga Palestina dirawat karena luka-luka setelah pemukim menyerbu daerah tersebut dan menyerang warga. Para penyerang membakar gedung dewan desa dan membakar empat kendaraan. 

Di desa terdekat Fandaqumiya, di selatan Jenin, pemukim membakar beberapa rumah dan kendaraan. Sumber lokal melaporkan bahwa warga berusaha untuk menghadapi para penyerang ketika api menyebar ke seluruh wilayah pemukiman dan properti rusak. 

Serangan tambahan dilaporkan di Bruqin, di mana tiga warga Palestina menderita luka-luka setelah pemukim melemparkan batu ke kendaraan mereka, dan di Silat ad-Dhahr, di mana seorang warga dipukuli dan terluka dalam upaya untuk membakar rumahnya. 

Di komunitas Ein al-Hilweh di Lembah Yordan, pemukim menyemprot penduduk dengan semprotan merica, sementara di Qalqilya, kendaraan menjadi sasaran batu di dekat pemukiman Qadumim. Laporan lokal juga mengindikasikan penutupan jalan utama yang menghubungkan Ramallah ke Nablus menyusul aktivitas pemukim di daerah tersebut.

Gelombang kekerasan terbaru ini terjadi setelah seorang pemukim ilegal Yahudi ditabrak hingga tewas di Tepi Barat. Laporan media Palestina menyebut sang pemukim ditabrak karena mencuri ternak warga Palestina. Patut dicatat, serangan brutal pemukim ilegal sudah meningkat frekuensinya sejak beberapa tahun belakangan. Bersamaan dengan genosida yang dilakukan IDF di Gaza, serangan-serangan itu makin marak.

Sementara itu, pasukan pendudukan Israel melakukan serangkaian penggerebekan di Tepi Barat, menahan warga Palestina dan melakukan penggeledahan di beberapa kota, menurut sumber dan laporan media Palestina. 

Di kota Tuqu’, sebelah tenggara Betlehem, empat warga Palestina ditahan setelah pasukan Israel menggerebek rumah mereka dan menggeledah tempat tersebut. Di Beit Ummar, sebelah utara Hebron, tentara Israel menangkap dua anak laki-laki dan menyerang seorang pria berusia 60 tahun dalam penggerebekan rumah. 

Warga melaporkan bahwa rumah-rumah digeledah dan harta benda dirusak selama operasi. Penangkapan lainnya dilaporkan di desa Deir Nizam, barat laut Ramallah, di mana seorang pemuda ditahan setelah tentara masuk dan menggeledah rumah keluarganya. 

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa setidaknya delapan orang ditahan selama penggerebekan tersebut, termasuk dua anak di bawah umur, ketika pasukan Israel memperluas operasi mereka di beberapa lokasi.

Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan organisasi advokasi tahanan, lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini ditahan di penjara Israel, termasuk 79 wanita dan 350 anak-anak. 

Kelompok-kelompok ini telah mendokumentasikan tuduhan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, yang menurut mereka berkontribusi terhadap kematian beberapa tahanan. 

Data yang dikumpulkan oleh organisasi hak asasi manusia Palestina menunjukkan bahwa sekitar 1.965 serangan oleh pasukan dan pemukim Israel tercatat di seluruh Tepi Barat pada bulan Februari saja, termasuk penyerangan, insiden pembakaran, dan perusakan properti. 

Sejak Oktober 2023, lebih dari 1,133 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat, dengan sekitar 11,700 lainnya terluka dan sekitar 22,000 ditahan, menurut laporan kelompok hak asasi manusia Palestina.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |