Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Targetkan Perbaikan Layanan 2026

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat. Apresiasi itu diberikan atas kesabaran, kepedulian, dan kepercayaan yang terus mereka berikan kepada pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.

“Layanan publik adalah wajah pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Ketika layanan itu belum berjalan baik, maka yang terganggu bukan hanya sistem, tetapi kenyamanan, kesehatan, dan rasa keadilan warga,” ujar Benyamin dengan penuh empati.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan beragam layanan yang menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat. Cakupannya luas, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pendidikan, kesehatan, transportasi, ketertiban umum, kebersihan lingkungan, hingga layanan digital yang semakin dibutuhkan.

Namun, di balik upaya tersebut, Benyamin secara jantan mengakui bahwa masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaannya. Evaluasi mendalam telah dilakukan untuk memetakan titik-titik lemah dalam sistem pelayanan.

“Dari seluruh layanan tersebut, persoalan sampah adalah yang paling terasa dampaknya bagi warga. Ketika sampah menumpuk di jalan, menimbulkan bau, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, saya memahami betul rasa tidak nyaman, kecewa, bahkan marah yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya jujur.

Menyikapi kondisi tersebut, Benyamin tidak menghindar dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah. Ia menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada seluruh warga.

“Atas kondisi itu, dari hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab kami, dan kami tidak akan menghindar dari persoalan ini,” tegas Benyamin, menunjukkan komitmennya untuk berbenah.

Benyamin menegaskan bahwa krisis persampahan telah menjadi pelajaran penting dan titik balik monumental dalam upaya pembenahan layanan publik di kota satelit tersebut.

“Masukan, kritik, dan keluhan warga kami jadikan dasar untuk melakukan perbaikan besar. Di tahun 2026, kami berkomitmen melakukan peningkatan layanan publik secara menyeluruh dan lebih terukur,” janjinya.

Untuk penanganan sampah, Benyamin menjabarkan akan memperkuat sistem dari hulu ke hilir. Fokusnya adalah menciptakan sistem yang lebih tertib, berkelanjutan, dan berorientasi penuh pada kenyamanan warga.

Selain persoalan persampahan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah mematok target tinggi untuk meningkatkan kualitas layanan publik lainnya di tahun 2026. “Perizinan akan terus kami sederhanakan dan percepat, layanan kesehatan promotif dan preventif akan terus ditingkatkan melalui Ngider sehat premium. Kebersihan kota akan menjadi perhatian utama, serta layanan digital pemerintah akan kami kembangkan agar lebih terintegrasi, transparan, dan benar-benar memudahkan masyarakat,” lanjutnya, merinci satu per satu target yang ingin dicapai.

Ia menegaskan bahwa peningkatan layanan publik bukan sekadar janji politik, melainkan tanggung jawab moral yang akan terus diawasi dan dievaluasi secara berkala. “Pemerintah harus hadir, bekerja lebih cepat, dan melayani dengan hati. Tahun 2026 harus menjadi tahun perbaikan nyata, di mana masyarakat bisa merasakan perubahan positif dalam kualitas layanan publik,” ujarnya penuh harap.

Di akhir pesannya, Benyamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan.

“Dengan kebersamaan, pengawasan publik, dan kepercayaan masyarakat, saya yakin Kota Tangerang Selatan mampu bangkit dan menghadirkan layanan publik yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat bagi seluruh warganya,” tutup Benyamin optimis.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |