Danantara Ungkap Kinerja Positif BUMN, Laba Pertamina hingga Pelindo Melonjak

16 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negar (BUMN) di dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Danantara mengumumkan sejumlah kinerja perusahaan BUMN yang menunjukkan pertumbuhan positif pada periode April 2025 hingga April 2026.

"Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ujar Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Rohan menyebut pemilihan tersebut tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah perusahaan BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara.

"Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara," ujar Rohan.

Beberapa perusahaan BUMN yang mencatatkan kinerja positif pada periode April 2025 hingga April 2026, di antaranya PT Pertamina yang mencatatkan peningkatan laba 80 persen yoy menjadi Rp 24,9 triliun per April 2026. PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan peningkatan laba 202 persen yoy menjadi Rp 3,2 triliun per April 2026.

Pelindo mencatatkan peningkatan laba 169 persen yoy menjadi Rp 900 miliar per April 2026. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan peningkatan laba 15 persen yoy menjadi Rp 21,2 triliun pada April 2026.

Selanjutnya, PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba Rp 635 miliar pada April 2026 setelah sebelumnya membukukan rugi Rp 981 miliar. PT Kimia Farma Tbk juga mencatatkan laba Rp 108 miliar pada April 2026 setelah sebelumnya merugi Rp 160 miliar.

BUMN yang berhasil membukukan laba setelah sebelumnya mengalami kerugian tersebut seiring dengan aksi restrukturisasi dan capital support dari PT Danantara Asset Management (DAM).

Selain peningkatan kinerja laporan keuangan, Danantara juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai, antara lain, dari dividen BUMN yang diterima pada 2025.

"Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang," ujar Rohan.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan, di antaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.

Selain itu, terdapat proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

"Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," ujar Rohan.

Sementara itu, Rohan menjelaskan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku. Laporan tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |