REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mendapat tambahan pasokan batu bara berkalori menengah hingga tinggi sebanyak 1,8 juta ton pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Tambahan pasokan tersebut dialokasikan khusus oleh Kementerian ESDM untuk meningkatkan daya mampu pasok pembangkit listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan penambahan pasokan itu merupakan bagian dari roadmap penguatan sistem kelistrikan setelah pemadaman bergilir di Pulau Jawa berakhir pada 21 Juni 2026. Mulai Agustus hingga Desember 2026, pasokan batu bara juga akan ditambah sebesar 3 juta ton setiap bulan sehingga daya mampu pasok meningkat sekitar 5 gigawatt dari kapasitas eksisting sebesar 35,9 gigawatt.
"Pertama, untuk 2026 ini ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi, yaitu 4.500 kalori ke atas, yang dialokasikan khusus untuk PLN dari Kementerian ESDM. Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan mulai Agustus sampai Desember," kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026) lalu.
Ia menerangkan tambahan pasokan tersebut membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi lebih andal. Langkah itu juga menjadi fondasi penguatan pasokan listrik sebelum PLN menambah kapasitas pembangkit melalui berbagai program jangka menengah.
Darmawan menjelaskan peningkatan pasokan batu bara dilakukan menyusul perubahan komposisi produksi batu bara nasional. Produksi batu bara berkalori rendah terus meningkat, sedangkan produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi semakin menurun.
"Memang kami mengakui secara volume, produksi batu bara berkalori rendah meningkat, sedangkan produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi semakin menurun," ujarnya.
Menurut dia, PLN bersama Kementerian ESDM melakukan penyesuaian melalui penyediaan pasokan batu bara berkalori 4.500 ke atas di luar kontrak pasokan yang telah berjalan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi kendala pasokan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa.
Darmawan mengatakan tambahan pasokan batu bara tersebut telah memperbaiki kondisi sistem kelistrikan. PLN juga telah menindaklanjuti kontrak penugasan pasokan untuk periode Juli hingga Desember 2026.
"Dengan adanya tambahan pasokan ini, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa dapat diatasi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik," tuturnya.
PLN juga menyiapkan langkah permanen agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Salah satunya melalui retrofit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu menggunakan batu bara berkalori lebih rendah yang ketersediaannya lebih melimpah.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus menyesuaikan operasi pembangkit dengan perubahan karakteristik produksi batu bara dalam negeri. PLN juga melanjutkan penguatan sistem melalui penambahan kapasitas pembangkit dan pengembangan energi baru terbarukan sesuai roadmap yang telah disusun.
sumber : Antara

16 hours ago
12















































